Home Berita RAJA BRAWIJAYA 2026 Membuka Langkah Baru bagi Chandrasena 64 di Universitas Brawijaya

RAJA BRAWIJAYA 2026 Membuka Langkah Baru bagi Chandrasena 64 di Universitas Brawijaya

107
0
SHARE
(Opening Ceremony RAJA BRAWIJAYA 2026 menjadi penanda dimulainya langkah baru Chandrasena 64 di Universitas Brawijaya. Foto: Kirana Maheswari)

Malang, ManifesT – Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Brawijaya melalui RAJA BRAWIJAYA 2026 resmi dimulai pada Senin (10/8/2026) melalui Opening Ceremony di Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya (UB). Mengusung tema “Gelora Brawijaya: Membentuk Generasi Transformatif yang Inklusif, Inovatif, Berwawasan Global, dan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045”, kegiatan hari pertama diikuti ribuan mahasiswa baru UB.

RAJA BRAWIJAYA 2026 merupakan rangkaian kegiatan PKKMB yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 Agustus 2026. Pada hari pertama, mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan akademik, nilai-nilai kemahasiswaan, serta sejumlah isu yang menjadi perhatian UB, mulai dari kesehatan mental, inklusivitas, perspektif global, kecerdasan artifisial dan digitalisasi, hingga keberlanjutan.

Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., dalam sambutannya menyebut RAJA BRAWIJAYA sebagai “gerbang awal” mahasiswa baru untuk memulai perjalanan sebagai bagian dari keluarga besar UB. Ia menekankan pentingnya keseimbangan empat kecerdasan, yakni Intelligent Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), Spiritual Quotient (SQ), dan Adversity Quotient (AQ). Rektor juga menegaskan komitmen UB untuk tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan.

Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan UB, Dr. Sujarwo, S.P., M.P., menyampaikan bahwa PKKMB menjadi momentum bagi universitas untuk menyambut mahasiswa baru sekaligus menunjukkan wajah terbaik UB. Perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa juga menjadi salah satu fokus melalui penguatan layanan konseling dan Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP).

Ketua Pelaksana RAJA BRAWIJAYA 2026, Daffa Yasa Pratama, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengusung konsep world class university orientation. Konsep tersebut diwujudkan melalui penguatan perspektif global, salah satunya dengan melibatkan mahasiswa internasional dalam rangkaian kegiatan. Selain itu, terdapat lima isu utama yang menjadi fokus kegiatan, yaitu kesehatan mental dan anti kekerasan seksual, inklusivitas, perspektif global, AI dan digitalisasi, serta keberlanjutan.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian mahasiswa baru ialah Bookmob, yakni aksi human wave menggunakan buku. Inovasi tersebut dirancang sebagai simbol kebersamaan, nasionalisme, dan komitmen terhadap konsep Green Campus. Buku dipilih karena merupakan benda yang telah dibawa mahasiswa baru sehingga tidak membutuhkan tambahan alat peraga yang berpotensi menghasilkan sampah.

Antusiasme mahasiswa baru turut terlihat dari berbagai tanggapan setelah mengikuti rangkaian kegiatan hari pertama. Salah satu mahasiswa baru menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dari bayangannya mengenai kegiatan orientasi mahasiswa.

“Pertama, keren banget. Banyak banget penampilan-penampilan yang keren-keren,” ujarnya. Ia juga mengaku sempat mengira kegiatan orientasi mahasiswa identik dengan perpeloncoan. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak ditemukan dalam pelaksanaan RAJA BRAWIJAYA 2026 Day 1. Ia memberikan penilaian 9/10 untuk pelaksanaan hari pertama.

Mahasiswa baru lainnya juga menilai rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, terutama dari sisi seremonial dan penampilan. “Untuk kesannya, yang pertama itu seremoninya tentunya seru dan tentunya berkesan,” katanya. Meski demikian, ia berharap pelaksanaan pada tahun berikutnya dapat dilakukan secara lebih serentak secara luring agar seluruh mahasiswa baru memperoleh pengalaman yang sama.

Evaluasi lain berkaitan dengan koordinasi panitia. Seorang mahasiswa baru menyoroti adanya perbedaan informasi terkait teknis penulisan identitas klaster pada tugas mahasiswa baru. Menurutnya, perbedaan arahan tersebut sempat membuat sejumlah mahasiswa harus mengulang pekerjaan yang telah diselesaikan.

“Seharusnya kan panitia tuh bisa komunikasi lah antara satu sama lain biar jawabannya tuh sama, bukan beda-beda untuk pertanyaan yang sama,” ujarnya.

Selain persoalan koordinasi, posisi mahasiswa saat mengikuti Opening Ceremony juga menjadi perhatian. Salah seorang mahasiswa baru menilai bahwa mahasiswa yang berada di bagian tertentu tidak dapat menikmati rangkaian acara secara optimal karena keterbatasan pandangan terhadap panggung dan sejumlah pertunjukan.

Meski terdapat sejumlah evaluasi, mahasiswa baru secara umum memberikan respons positif terhadap pelaksanaan RAJA BRAWIJAYA 2026 Day 1. Rangkaian kegiatan selanjutnya akan berlangsung hingga 12 Agustus 2026 dengan membawa semangat membentuk mahasiswa baru yang inklusif, inovatif, berwawasan global, dan berkelanjutan.

Penulis: Andi Imam Rafi

Editor: Andi Imam Rafi

Pimpinan Redaksi: Husein Kurnia Hoetomo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here