Home Film Resensi Film : The Sound of Music

Resensi Film : The Sound of Music

999
0
SHARE

Judul : The Sound of Music

Sutradara : Robert Wise

Produser : Robert Wise

Pemain : Julie Andrews (Maria), Christopher Plummer (Capt Georg Von Trapp)

Durasi   : 2 jam 54 menit

Penulis Naskah: Georg Hurdalek, Horward Lindsay, Russel Crouse

Genre: Musical, Romance

Tahun Rilis : 1965

Studio : Argyle Enterprises, Inc.

Kisah ini berawal dari seorang biarawati bernama Maria yang tiba-tiba ditugaskan untuk menjadi seorang pengasuh di rumah seorang prajurit yang memiliki tujuh anak. Awalnya Maria disambut dengan dingin oleh keluarga Von Trapp terutama oleh anak-anak mereka, karena mereka merasa sudah cukup besar dan tidak butuh lagi pengasuh di hidup mereka. Mendengar pengasuh-pengasuh sebelumnya yang bahkan tidak bertahan barang beberapa jam pun menumbuhkan banyak pertanyaan di kepala Maria. Tetapi lambat laun tujuh anak ini semakin luluh dan mulai menerima Maria sebagai pengasuh mereka. Maria membuat hari-hari menjadi lebih berwarna semenjak kematian ibu mereka. Maria mengajari bagaimana cara bernyanyi, menari, dan bersenang-senang. Kapten Von Trapp yang awalnya menganggap Maria sebagai pengasuh yang keras kepala, menjadi  luluh dan pada akhirnya jatuh hati dengan Maria. Rumah yang awalnya suram setelah kematian sang istri dan ibu bagi keluarga Von Trapp pun kembali cerah dan ceria setelah kedatangan Maria di hidup mereka.

Drama musikal ini merupakan kisah Based on True Story, dengan latar tahun 1900-an. Drama dan konflik yang ditampilkan dalam film ini cukup terasa. Salah satu adegan film yang menegangkan yakni ketika keluarga Von Trapp lari dan bersembunyi dari kejaran prajurit Nazi. Hal ini membuat para penonton ikut merasa tegang akan bahaya yang dihadapi oleh keluarga Von Trapp. Selain itu, pemilihan aktor dari setiap pemeran juga beragam dan sesuai sehingga membuat film ini semakin terlihat hidup dan sempurna. Lagu-lagu yang dilantunkan pada film ini pun dapat membangkitkan kenangan masa kecil penonton. Misalnya pada bagian ketika lagu Edelweiss dan Do Re Mi dinyanyikan. Lagu-lagu tersebut banyak dinyanyikan dan diajarkan oleh orang tua pada zaman dahulu, Edelweiss yang bisa disebut sebagai lagu pengantar tidur dan Do Re Mi yang dinyanyikan saat langit sedang cerah dan anak sedang bersenang-senang, yang membuat penonton semakin bernostalgia dibuatnya.

Disisi lain, peminat film drama musikal seperti “The Sound of Music” masih sangat minim. Apalagi jika melihat film ini merupakan film jadul tahun 90-an, masih banyak orang yang akan menganggap film ini cukup membosankan dan memilih untuk menonton film yang lebih kekinian. Selain itu, kekurangan dari film The Sound of Music ini dapat dilihat dari beberapa bagian atau dialognya yang terlalu klise dan berlebihan. Hal ini menjadikan film The Sound of Music terlihat kurang realistis dan susah untuk dimengerti oleh penonton. Penggunaan musik yang berlebihan, bagi beberapa orang film ini dinilai cukup membosankan untuk ditonton. Hal itu juga menjadikan beberapa karakter yang sebenarnya cukup penting dan seru dalam film ini kurang terlihat di mata penonton, seperti kisah cinta si anak pertama keluarga Von Trapp yakni Liesl Von Trapp dengan sang pengantar surat, Rolfe, yang tiba–tiba saja kisah cinta mereka berakhir begitu saja tanpa ada kelanjutan apapun. Tidak hanya itu, fokus film yang terlalu penuh mengarah ke pemain utamanya yaitu Maria dan Capt Von Trapp membuat beberapa scene dalam film tidak dijelaskan secara jelas sehingga membuat penonton penasaran mengena apa yang akan terjadi.Meskipun film ini termasuk ke dalam kategori film jadul The Sound of Music adalah salah satu film legend yang digemari banyak orang hingga masa kini, ditambah film ini juga berhasil memenangkan penghargaan Oscar pada zamannya. Bagi kalian pecinta film musikal,  film The Sound of Music merupakan salah satu tontonan yang cocok dan pantas untuk diberikan kesempatan bersanding dengan film favorite kalian yang lain.

Oleh : Nashwa Airishya (Manifestor 2023)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here