Malang, ManifesT — Pada hari Selasa (21/11/2021) kemarin, telah dilaksanakan Debat Terbuka Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) 2023 yang berlangsung sejak pukul 12.00 WIB hingga 17.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Teras Gedung B FH UB ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi pasangan calon eksekutif dan calon legislatif untuk menyampaikan visi, misi, gagasan, serta inovasi yang akan diusung pasca pemilihan.
Debat Terbuka sebagai rangkaian kesembilan proses Pemilwa 2023 dihadiri oleh Muhammad Akbar Nursasmita S.H., M.H. dan Muhammad Najih Vargholy S.H.I., M.H. selaku juri debat. Kemudian dihadiri juga oleh massa pendukung para calon.
Ketua Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM), Aden Nur Ihsan, menerangkan bahwa pelaksanaan Debat Terbuka dan rangkaian acara Pemilwa 2023 telah dipersiapkan sejak hari kedua terbentuknya panitia dan dibantu oleh pihak Kemahasiswaan dalam mengarahkan dan membimbing persiapan teknis, perlengkapan, dan perizinan.
Rangkaian Debat Terbuka dibuka dengan perkenalan masing-masing Calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi, serta rangkaian debat dengan mosi yang telah ditentukan oleh KPM.
Suasana debat terbuka calon presiden dan wakil presiden BEM FH UB (Foto: Zakiyyatu)
“Untuk isu yang dibawakan tahun ini untuk eksekutifnya itu (calon presiden) mengenai urgensi peran BEM Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dalam pergerakan mahasiswa dan pengabdian masyarakat. Kemudian yang kedua itu isu-isu terkini (mengenai) demokrasi dan kedaulatan mahasiswa pasca PTNBH. Kemudian untuk mosi debat calon legislatifnya (DPM), membahas tentang peran legislatif BEM RDM FH UB sebagai akumulator aspirasi mahasiswa,” tutur Aden.
Aden menerangkan pemilihan isu-isu saat debat menjadi mosi berdasarkan penyesuaian kondisi realita yang terjadi di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya serta kondisi politik yang terdapat di lingkup nasional.
Menurutnya, pelaksanaan rangkaian Pemilwa 2023 terdapat tindakan preventif yang dilakukan oleh Tim Capaian KPM guna menjamin keamanan dan ketertiban acara melalui proaktif terhadap indikasi-indikasi pelanggaran serta membuat balai pengaduan pelanggaran yang dapat diakses melalui laman instagram @pemilwa.fhub2023.
“Selain menyediakan balai pengaduan pelanggaran, KPM juga kami gerakkan secara aktif untuk mencari tahu dan juga menemukan adanya indikasi pelanggaran, terutama dalam hal kekerasan,” ucapnya.
Mengenai teknis pemilihan dan pemungutan suara masing-masing calon anggota DPM dan Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM yang akan dilakukan pada Jumat mendatang (24/11/2023) akan dilaksanakan secara daring. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan partisipasi seluruh mahasiswa dalam memberikan hak suaranya.
Pendukung calon yang terlihat antusias terhadap debat terbuka di depan teras Gedung B FH UB (Foto: Zakiyyatu)
“Pemilihan dan pemungutan suara dilakukan secara daring untuk menghindari kemungkinan mahasiswa yang enggan menghadiri langsung ke lokasi karena antre. Selain itu, hal ini (juga) dilakukan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa yang sedang magang ataupun berada di luar kota dan luar negeri agar tetap bisa mengikuti pemilihan dan menghindari adanya golput,” tambah Aden.
Selaku Ketua KPM FH UB 2023, Aden berharap agar pelaksanaan Pemilwa 2023 dapat berjalan dengan partisipasi penuh dari seluruh mahasiswa untuk berkontribusi atas demokrasi di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
“Harapannya agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan euforia penuh dari seluruh mahasiswa Fakultas Hukum, untuk menentukan siapa pemimpin yang memang pantas dan cocok secara objektif menjadi pemimpin yang baik di BEM ataupun nantinya sebagai penyerap aspirasi di DPM,” tutup Aden.
Devi (2021), salah satu mahasiswa FH UB yang mengamati pelaksanaan debat, ia mengungkapkan harapannya bahwa debat terbuka hari ini sebagai salah satu bentuk pesta demokrasi (yang) berjalan sangat meriah namun tetap kondusif, sehingga siapapun yang terpilih dapat membawa BEM FH UB menjadi lebih progresif dan dikenal lebih luas baik nasional maupun internasional.
(hus/cam/jos/nau/fad)
















