Home Berita Usung Green Campuss, Panitia RAJA BRAWIJAYA Klarifikasi Penugasan Atribut Melalui Konferensi Pers

Usung Green Campuss, Panitia RAJA BRAWIJAYA Klarifikasi Penugasan Atribut Melalui Konferensi Pers

409
0
SHARE

Ketua Pelaksana RAJA BRAWIJAYA 2024 M. Zaky Ibrahim mengklarifikasi penugasan atribut mahkota daun dalam konferensi pers bersama media (Foto: Ray)

Malang, ManifesT-Senin (12/08), jajaran petinggi Universitas Brawijaya menggelar konferensi pers terkait dengan penyelenggaraan Rangkaian Acara Jelajah Almamater Universitas Brawijaya atau disingkat RAJA BRAWIJAYA.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan Dr. Sujarwo, SP., MP menjelaskan bahwa pada hari pertama akan ada sekitar 14.821 mahasiswa baru yang akan melakukan kegiatan upacara pembukaan secara bersama-sama di lapangan rektorat. Tahun ini, kegiatan RAJA BRAWIJAYA diadakan secara hybrid, dimana sebagian mahasiswa akan mengikuti kegiatan di rumah masing-masing secara daring. 

“Setelah melaksanakan opening ceremony, sekitar 5.000 mahasiswa akan dimobilisasi menuju tiga Gedung, yaitu GOR Pertamina, Auditorium, dan Samantha Krida. Sisanya sekitar 10.000-an mahasiswa akan Kembali ke rumah masing-masing untuk mengikuti kegiatan secara daring. Hari berikutnya mahasiswa baru dengan kloter baru akan mengikuti kegiatan secara luring di tiga Lokasi tersebut,’” ujar Dr. Sujarwo.

Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc selaku Rektor Universitas Brawijaya menekankan bahwasanya alasan adanya system hybrid ini ialah untuk mencegah terjadinya kemacetan di di titik kedatangan dan kepulangan peserta yang meresahkan masyarakat. Ditakutkan akan ada keresahan masyarakat menimbang pelaksanaan Pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru yang akan dilaksanakan selama seminggu.

Kemudian, pihak rektorat menekankan bahwa hampir semua fakultas bersedia menerima mahasiswa difabel. Terdapat 15 orang yang diterima melalui jalur difabel, ditambah dengan 4 orang melalui jalur reguler seleksi nasional seperti SNBP dan SNBT. Hal tersebut membuktikan inklusivitas yang berusaha dibangun dalam lingkungan akademis Universitas Brawijaya.

Adapun mengenai timeline dari kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas sampai PKKMB fakultas yang diupayakan tetap pada tanggal yang telah disesuaikan, kemudian ini menjadi harapan untuk menerima keresahan di masyarakat terkait mobilisasi kepulangan mahasiswa baru yang terhitung lumayan sering mengganggu aktivitas pengguna jalan umum.

“Segala upaya lingkar koordinasi antar panitia PKKMB fakultas telah dilakukan, juga kepada keamanan sehingga mereduksi kemacetan juga mengkoordinir timeline yang sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya. Diharapkan koordinasi ini membuahkan proses transportasi dari siswa menjadi mahasiswa yang baik dengan menghadirkan narasumber yang kompeten untuk memberikan insight kepada mahasiswa baru yang benar-benar awam dengan kehidupan kuliah.” Ujar Pak Imam Santoso.

RAJA BRAWIJAYA pada tahun ini sendiri mengangkat tema “Membangun Karakter Mulia dan Green Innovation untuk Indonesia Emas 2045. Dengan kata lain, isu lingkungan menjadi agenda utama dari Pelaksanaan RAJA BRAWIJAYA pada tahun ini. Guna mengimplementasikan tema tersebut, panitia RAJA BRAWIJAYA mengambil beberapa kebijakan dan program, di antaranya kebijakan mengurangi dan mendaur ulang botol plastik, serta melakukan penanaman pohon.

Meski demikian, kebijakan dan program “green campuss” yang diambil  oleh Panitia RAJA BRAWIJAYA mendapatkan sejumlah kritikan, salah satunya berkenaan dengan penugasan atribut mahkota yang justru dianggap merusak lingkungan karena harus dihiasi dengan daun dan ornamen art paper. Selain itu, penampilan smokebomb yang dilakukan oleh panitia RAJA BRAWIJAYA selama upacara pembukaan juga mendapatkan perhatian.

“Hasil diskusi kami antar panitia dosen dan panitia mahasiswa, kami menemukan pandangan baru terkait konsep daur ulang daun menjadi mahkota. Namun, fokus kami itu kepada daun yang sudah gugur atau berceceran agar nantinya bisa menjadi berguna kembali. Pun juga kami memang tidak memberikan informasi khusus terkait daun yang digunakan apakah mengambil langsung dari pohon atau tidak,” klarifikasi Zaky selaku Ketua Pelaksana Raja Brawijaya 2024.

Lebih lanjut, dalam konferensi pers bersama Panitia Inti di akhir kegiatan hari pertama RAJA BRAWIJAYA 2024, Muhammad Faiq Fedayeen selaku Wakil Ketua Pelaksana II Media dan Kemitraan RAJA BRAWIJAYA menegaskan jika atribut mahkota daun yang telah dibuat oleh mahasiswa baru, nantinya akan digunakan dalam rangkaian acara pada hari kedua RAJA BRAWIJAYA guna menjadi simbolisasi semangat kepedulian terhadap lingkungan hidup di Universitas Brawijaya

Penulis: Alvin dan Husein

Editor: Raynaldy Aulia Mahendra

Pimpinan Redaksi: Marvella Nursyah Putri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here