ManifesT, Bogor, (Selasa, 09/02/21)- Kota Bogor mulai memberlakukan kebijakan ganjil genap yang diberlakukan akhir pekan untuk kendaraan pribadi mobil dan motor sejak Jumat 5 Februari 2021, namun masih dalam rangka sosialisasi dan mulai resmi dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2021. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kegiatan masyarakat yang tidak jelas guna menurunkan angka penularan Covid-19.
Seperti yang dikatakan Bima Arya selaku Walikota Bogor pada jumpa pers hari Jumat di Perumahan Duta Kencana, Tanah Sareal, Bogor. “Ganjil genap ini ditujukan tidak untuk menghambat produktivitas, ditujukan untuk protokol kesehatan, terutama orang-orang yang tidak jelas tujuannya, tetapi bagi yang berkegiatan, bekerja, melayani publik, perekonomian, ini masih bisa. Tetapi apabila tidak ada kejelasan itulah yang kita putar balikan.”
Menurut Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, hari pertama pemberlakuan ganjil genap di kota Bogor berjalan lancar. Petugas telah memutar balik 2300 kendaraan roda 4 dan 2800 kendaraan roda 2. Namun masih banyak pengendara yang kurang mengerti tentang tujuan pemberlakuan ganjil genap.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengerti, namun dengan pola-pola humanis kami dengan para pengguna kendaraan dengan plat nomor ganjil pada hari ini, mereka bisa mengerti,” ujarnya.
Sementara, masyarakat sendiri memiliki tanggapan yang beragam terhadap kebijakan ganjil genap ini. Kami mewawancarai tiga pengendara yang ada disekitaran pos pemeriksaan ganjil genap daerah Jembatan Merah pada hari Minggu, tanggal 7 Februari 2021. Pak Atta menuturkan bahwa hal ini baik untuk protokol kesehatan, namun dinilai kurang efektif karena masih banyak pelanggar. Berbeda dengan pak Ahmad, ia menilai bahwa hal ini cukup efektif karena jalanan terlihat sepi dan mulai longgar. Narasumber yang lain-Pak Wahyu menilai bahwa hal ini tidak efektif untuk menurunkan angka penularan Covid-19 di kota Bogor karena kerumunan masyarakat masih tidak terkendali, dan juga menghambat kegiatan masyarakat, terutama kalangan yang tidak mampu.
Menurut KBP Susatyo Purnomo, Kapolresta Bogor Kota, didalam Press Conference Pemberlakuan Ganjil-Genap di Kota Bogor pada hari Minggu, 7 Februari 2021, evaluasinya adalah: 1. Ada 3 titik sekat statis yang dipindahkan berdasarkan evaluasi kemarin, banyak ruas jalan yang tidak efektif menyeleksi kendaraan; 2. Pantauan Tim Dinamis/Mobile Hunting System berkurang signifikan di pusat-pusat perdagangan, kuliner, dan wisata. (adz/cth)
Editor : Missyella Anggraini
















