Oleh: Raditya Raka Vilandra
Tuhan, mengapa orang baik selalu pulang lebih awal?
Karena di taman bunga pun, bunga tercantiklah yang selalu dipetik
Konon katanya, Indonesia negeri seribu bahasa
Lantas mengapa, bahasa keadilan selalu dianggap tanpa makna
Apa penguasa kira, kita hidup di hari ini saja?
Dan kami, tak akan sekali-kali pernah lupa
Bahwa kebenaran itu takkan pernah binasa
Konon katanya, negeri ini negeri konstitusi
Dengan gemparnya meneriakkan hak asasi
Namun, apa yang kita dapat hari ini?
Terengah-engah ditindas tirani, menggelar tari diatas tragedi
Keadilan dimanipulasi? Atau kah ia sungguh telah mati?
Sesungguhnya, suara itu bukanlah perampok yang ingin merayah hartamu, ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan?” Apa penguasa kira, rakyat hidup di hari ini saja?















