Home Berita Menteri Wihaji di RAJA Brawijaya: Bonus Demografi Indonesia, Peluang Emas atau Bom...

Menteri Wihaji di RAJA Brawijaya: Bonus Demografi Indonesia, Peluang Emas atau Bom Waktu?

215
0
SHARE
(Sumber Foto: UBTV)

Malang, ManifesT- Hari kedua pelaksanaan RAJA BRAWIJAYA, menghadirkan kembali salah satu tokoh nasional yakni Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Dr. H. Wihaji, S.Ag, M.Pd. yang berkesempatan menyampaikan materi lagi-lagi mengenai SDM Unggul: Kunci Menghadapi Tantangan menuju Indonesia Emas 2045. 

Ia menjelaskan bahwa visi besar Indonesia Emas 2045 terdiri dari empat pilar utama, yaitu SDM yang unggul, ekonomi yang maju, pembangunan yang merata, serta negara yang demokratis. Menurutnya, kementerian yang ia pimpin saat ini berperan dalam menjalankan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), terutama dalam dua hal penting: peningkatan kualitas SDM dan pengentasan kemiskinan.

“Kami menjalankan misi untuk memperkuat sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan,” ujar Wihaji dalam penyampaiannya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menyadari potensi bonus demografi yang tengah dialami Indonesia saat ini. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sekitar 70,2% penduduk Indonesia berada dalam rentang usia produktif, yakni antara 14 hingga 65 tahun. Usia ini disebut produktif karena rata-rata masyarakat Indonesia menyelesaikan pendidikan pada jenjang SMP, yang memungkinkan seseorang mulai bekerja sejak usia 14 tahun. Sementara itu, usia 65 tahun masih tergolong produktif mengingat angka harapan hidup masyarakat Indonesia yang mencapai rata-rata 74,3 tahun.

“Kalau kita tidak bisa mengelola bonus demografi dengan baik, maka dia akan menjadi beban. Tapi kalau bisa, ini adalah peluang emas,” jelas Wihaji.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bisa dilihat dari aspek makro semata, tetapi harus dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga. Menurutnya, selama institusi keluarga masih terjaga, maka negara juga akan berada dalam kondisi yang stabil dan sehat.

“Saya meyakini negara ini akan baik-baik saja dimulai dari institusi paling rendah dan sederhana, yaitu keluarga,” tegasnya.

Oleh karena itu, isu pembangunan keluarga menjadi fokus penting dalam kebijakan kementerian. Beberapa isu yang disorot antara lain adalah pernikahan dini, kesehatan ibu dan anak, keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pencegahan stunting, serta peningkatan kualitas hidup lansia. Semua ini, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari upaya jangka panjang untuk membangun generasi unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Dengan gaya penyampaian yang lugas dan data yang relevan, Wihaji mengajak para mahasiswa baru Universitas Brawijaya untuk menjadi bagian dari generasi yang sadar akan peran strategisnya. “Karena kalianlah yang akan memimpin Indonesia di tahun 2045,” pungkasnya dalam semangat optimisme.

Penulis : Zuchaira Pratiwi Tahir

Editor : Raynaldy Aulia Mahendra

Pimpinan Redaksi : Raynaldy Aulia Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here