Demokrasi memiliki sejarah dan peran yang penting bagi umat manusia. Ia telah mewujud dalam berbagai dimensi kehidupan manusia. Dunia yang menuntut kebebasan, persamaan hak antar individu, dan penentuan dasar-dasar hak asasi manusia tertuang di dalam prinsip-prinsip demokrasi. Ia telah menjadi asas yang tidak tergantikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Jika melihat ke belakang, demokrasi ternyata telah memiliki sejarah yang panjang. Dimulai ketika masyarakat Athena di Yunani menuntut hak politik mereka kepada kalangan aristokrat sebagai pemegang pemerintah saat itu pada abad 6-3 SM, peristiwa ini dinilai sebagai cikal bakal lahirnya demokrasi pertama dalam sejarah peradaban manusia.
Sejarah berlanjut pada masa Eropa di abad pertengahan, kekuasaan mulai didominasi oleh raja dan gereja. Sistem politik di Eropa kemudian melahirkan tatanan masyarakat yang feodal. Berbagai perlawanan rakyat pun muncul, berujung pada lahirnya Magna Charta di abad 12. Magna Charta dianggap sebagai tonggak perkembangan demokrasi. Pertama kalinya dalam sejarah, piagam tersebut memaksa raja untuk memberikan privilege kepada rakyatnya dalam ikatan hukum yang sah.
Sejarah demokrasi terus berlanjut hingga peradaban modern hari ini. Diawali dengan adanya peristiwa Renaisans sebagai peristiwa yang membidani lahirnya peradaban modern. Revolusi renaisans di abad 13-16 di Eropa dianggap sebagai peristiwa penting bagi lahirnya demokrasi modern. Gagasan mengenai adanya pemisahan antara agama dan duniawi, memaksa perkembangan peradaban manusia melangkah menuju demokrasi modern yang lebih sempurna.
Di masa renaisans ini lah kemudian bermunculan banyak filsuf yang mencetuskan teori-teori politik dan hukum berdasarkan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi. Mulai dari John Locke dengan filsafat kebebasannya, hingga Montesquieu dengan teori trias politicanya. Teori-teori yang bermunculan saling menopang dan melengkapi dalam menyusun bangunan arsitektur demokrasi di barat. Demokrasi barat yang hingga hari ini telah menjadi asas yang penting dalam mentransformasikan peradaban manusia dari dominasi tirani klasik menuju kedaulatan rakyat sepenuhnya.
Pada abad 19, demokrasi telah menemukan wujud konkritnya sebagai sistem politik yang hampir diadopsi oleh seluruh negara di dunia. Demokrasi hingga hari ini dianggap sebagai sistem yang paling sempurna untuk mewadahi berbagai aspirasi dari beragam elemen masyarakat. Ia mengandung nilai-nilai yang diamini seluruh umat manusia sebagai warga dunia yakni nilai kebebasan, persamaan hak, dan hak bersuara atas pilihan politik.
Sebagai ruh peradaban yang mengiringi zaman, demokrasi terus beradaptasi mengikuti perubahan di masyarakat. Dahulu, aspirasi rakyat dalam bingkai demokrasi diterapkan dengan langsung melalui metode-metode tradisional, terbatas pada kalangan aristokrat, dan juga tidak melibatkan seluruh elemen. Namun kini, di era digitalisasi, seiring dengan perkembangan teknologi, penyampaian aspirasi dapat terakomodir secara lebih efektif dan efisien. Digitalisasi demokrasi telah mengkatalisasi peradaban manusia menuju peradaban demokrasi dalam wujud yang mendekati sempurna.
Relevansi Demokrasi Digital dengan Keadaan di Nepal
Demonstrasi dua pekan terakhir di Nepal, sempat mengguncang dunia melalui media sosial. Demonstrasi yang dilakukan rakyat Nepal buntut dari korupsi dan pemblokiran media sosial oleh pemerintah mendapatkan reaksi yang tidak mengenakan dari aparat. Represifitas aparat kepada warga yang menewaskan sejumlah korban mengakibatkan gelombang protes bereaksi lebih keras, berujung pada tindakan-tindakan kekerasan yang bermunculan dengan maksud ditujukan kepada para pejabat di Nepal. Alhasil, pengunduran diri para pejabat negara secara besar-besaran terjadi serempak.
Beberapa saat pasca demonstrasi di Nepal, krisis politik terjadi akibat buntut dari pengunduran diri para pejabat di Nepal. Pada mulanya Presiden Nepal Ram Chandra Poudel diisukan melakukan pengunduran diri yang disusul Perdana Menteri Sharma Oli, sehingga mengakibatkan kekosongan pemerintahan. Keadaan semakin memanas ketika mengakibatkan militer turut mengambil alih guna mengamankan situasi. Para menteri kemudian diamankan untuk menghindari kemungkinan yang lebih buruk mengingat gelombang demonstrasi yang semakin keras bereaksi.
Sebelumnya, terjadi demonstrasi besar-besaran di Nepal dengan menggunakan bendera one piece yang diduga terinspirasi dari gerakan protes di Indonesia. Gelombang demonstrasi di Nepal dinahkodai oleh anak muda terutama gen Z.
Menghadapi kekosongan pemimpin di Nepal, terjadi pemilihan perdana menteri yang dikabarkan dilaksanakan melalui discord oleh sekelompok anak muda. Kemudian secara resmi, Karki, sebagai perdana menteri terpilih, dilantik setelah melalui komunikasi intensif antara perwakilan rakyat dengan Panglima Angkatan Darat yang terjadi selama dua hari.
Peristiwa demonstrasi di Nepal, telah menunujukkan bahwa media digital dapat menjadi senjata dalam menegakan demokrasi secara efektif. Media digital menjadi sarana ampuh dalam menguatkan dan menggemakan aspirasi warga Nepal yang diredam dalam waktu yang panjang. Melalui pertukaran informasi yang cepat, semangat dan jiwa perlawanan warga Nepal dengan mudah menular dan menggema kepada sesama warga. Peristiwa kemarin membuktikan digitalisasi demokrasi dapat melahirkan kesadaran kolektif yang masif dan efektif.
Pemilihan perdana menteri melalui discord oleh masyarakat Nepal juga menjadi peristiwa sangat unik dan menarik. Discord yang biasa digunakan oleh gen Z untuk bersosial, bergurau, dan bermain, justru dapat menjadi media yang efektif dalam mengambil langkah strategis kenegaraan. Digitalisasi demokrasi melalui discord telah memperluas ruang gerak demokrasi dan ruang penyampaian aspirasi masyarakat. Akses discord yang cenderung inklusif dan mudah, membuat masyarakat dapat berpartisipasi langsung secara aktif dan efisien.
Demokrasi dengan berbagai dinamika dalam pelaksanaannya, diharapkan dapat ditunjang oleh perkembangan teknologi yang serba canggih. Keterbatasan ruang dan akses justru harus dapat dengan mudah ditanggulangi melalui ekspansi dan pemerataan akses dunia digital di masyarakat. Digitalisasi demokrasi diperlukan guna memperluas ruang-ruang aspirasi rakyat untuk disalurkan kepada negara melalui pemerintah. Namun Digitalisasi demokrasi saja tidaklah cukup, diperlukan upaya demokratisasi yang bersifat digital agar produk dunia digital tidak dijadikan alat propaganda dan sarana pembungkaman oleh pemerintah yang justru membatasi ruang gerak demokrasi serta membelenggu ruang pikiran rakyat.
Penulis: Redaksi ManifesT
















