ManifesT, Bogor, (Senin, 07/06/2021) – Tiga puluh dua santri di Pondok Pesantren Ma’had Tahfizh Alquran dan Bahasa Arab Bina Madani positif COVID-19. Walikota Bogor Bima Arya menjelaskan bahwa para santri terkonfirmasi positif usai kegiatan pembelajaran tatap muka. “Ada dugaan tertular dari santri yang baru pulang dari kampung halamannya saat libur Lebaran, beberapa dari mereka berasal dari dalam dan luar Pulau Jawa,” ujar Bima.
Satgas COVID-19 Kota Bogor menghimbau dan mewajibkan seluruh penghuni pondok pesantren yang berjumlah 421 orang untuk melakukan test swab PCR di puskesmas sekitar Bogor Selatan, guna menelusuri lebih lanjut apakah masih ada penghuni pondok pesantren yang terpapar COVID-19. Satgas COVID-19 Kota Bogor juga menegaskan bahwa test swab PCR ini harus secepatnya dilakukan untuk mencegah penularan berkelanjutan. Dari total keseluruhan 421 orang, 32 orang terkonfirmasi positif COVID-19, 24 diantaranya sudah dipindahkan ke pusat isolasi COVID-19 di Pusdiklat BPKP Ciawi, Bogor, dan 8 orang lainnya memutuskan untuk menjalankan isolasi mandiri di kediaman masing-masing.
Walikota Bogor Bima Arya menghimbau pengurus pondok pesantren dan seluruh masyarakat Kota Bogor untuk menerapkan protokol kesehatan lebih maksimal, demi menghindari persebaran virus lebih lanjut. Satgas COVID-19 juga telah berkoordinasi dengan Satgas Kecamatan dan Kantor Kementrian Agama Kota Bogor, untuk melakukan test swab PCR di seluruh pondok pesantren yang ada di Kota Bogor. Untuk sementara akses keluar masuk dan kunjungan keluarga ditutup total, demi meminimalisir penyebaran virus. Walikota Bogor juga telah berkoordinasi dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya untuk menyuplai kebutuhan logistik, vitamin dan obat-obatan selama masa isolasi di pondok pesantren agar penghuni tidak perlu keluar masuk untuk berbelanja. (est/adz/cht/nbl)















