Home Berita Dilakukan dengan Metode Blended, Panitia RAJA Brawijaya 2022 Jamin Keefektifan Pelaksanaan dan...

Dilakukan dengan Metode Blended, Panitia RAJA Brawijaya 2022 Jamin Keefektifan Pelaksanaan dan Cegah Perundungan

315
0
SHARE

Sumber: Dokumentasi Pribadi

ManifesT, Selasa, (16/8/2022) – Universitas Brawijaya menyelenggarakan Upacara Pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2022 bertempat di Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya.

Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dikenal dengan Rangkaian Acara Jelajah Almamater (RAJA) Brawijaya ini diselenggarakan selama 6 (enam) hari, yakni 3 hari di tingkat universitas dan 3  hari di tingkat fakultas.

Untuk tingkat universitas, PKKMB 2022 dilaksanakan pada tanggal 16-18 Agustus 2022 dengan sistem blended (luring dan daring), sedangkan di tingkat fakultas nantinya akan dilakukan full luring.

Dalam konferensi pers pasca dilaksanakannya upacara pembukaan, Rektor dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perwakilan Panitia Dosen, Presiden EM UB, serta Ketua Pelaksana RAJA Brawijaya 2022 menjelaskan kebijakan dan mekanisme pelaksanaan jelajah almamater yang pada tahun ini dilaksanakan secara blended. 

dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F selaku Panitia PKKMB Universitas mengatakan bahwa penyelenggaraan RAJA Brawijaya tidak seperti kampus lain yang dilaksanakan secara luring penuh, Universitas Brawijaya memilih metode blended karena mempertimbangkan angka Covid-19 yang masih tergolong tinggi.

“Berdasarkan peraturan, status pandemi belum berakhir dan masih terjadi peningkatan kasus, terutama di Jakarta yang mahasiswanya banyak ke Malang, sehingga untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 dilakukan secara blended,” ujar Eriko.

Terkait dengan pembagian peserta luring dan daring pada metode blended dilakukan secara otomatis melalui sistem website RAJA Brawijaya 2022. 

“Karena pembagian dilakukan secara otomatis, tidak semua mahasiswa baru mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan pengenalan kampus secara luring,” pungkas Eriko.

Meski dilakukan secara blended dan hanya sebagian mahasiswa baru yang bisa merasakan PKKMB secara luring, akan tetapi para narasumber menegaskan bahwa nantinya seluruh mahasiswa baru akan mengikuti PKKMB secara full luring di tingkat fakultas.

Lebih lanjut, pasca 2 tahun melaksanakan pengenalan kehidupan kampus secara daring, akhirnya pada tahun ini Universitas Brawijaya memilih metode blended sebagai langkah penyesuaian pada masa transisi dari kondisi pandemi menuju era new normal.

Langkah ini tentunya membutuhkan persiapan yang matang baik dari pihak kampus maupun panitia pelaksana karena proses secara luring dan daring yang dilakukan secara bersamaan tidak boleh mengurangi keefektifan dan manfaat dari rangkaian pengenalan kampus.

Salah satu langkah yang dilakukan yaitu dengan menyediakan supervisor yang memadai untuk pelaksanaan secara luring maupun daring. “Kalau untuk SPV-nya sendiri ada 164 (orang), jadi 164 (orang) ini dibagi (menjadi) 43 menjaga lapangan, sisanya adalah operator Zoom dan Gcr (Google Classroom), dan sisanya 64 lagi itu adalah operator grup maba,” jelas Khofifa Aqsha, Ketua Pelaksana RAJA Brawijaya 2022.

Selanjutnya, Universitas Brawijaya pun telah melakukan pengawasan berlapis untuk menghindari terjadinya perundungan di masa pengenalan kampus. “Setiap operator di Zoom dan operator Google Classroom selain yang Pak WR (Wakil Rektor) sampaikan bahwa ada bimbingan teknis yang kita lakukan secara serentak oleh pengawasan tentang apa yang harus dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan-kemungkinan yang terjadi beberapa tahun lalu sehingga saat ini tidak terjadi kembali,” kata Eriko.

Selain itu, juga terdapat fasilitas crisis center baik pada aplikasi Zoom Meeting maupun Google Classroom yang disediakan oleh panitia RAJA Brawijaya 2022 untuk membantu menjawab segala pertanyaan mahasiswa baru. 

Penulis: Endrianto Bayu, Tazkiya Lidya Alamri

Pimpinan Redaksi: Trian Marfiansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here