Home Puisi Bunga Melur

Bunga Melur

526
0
SHARE

Ku terkejut oleh sepucuk notifikasi

Tentang sebuah janji yang harus ku lunasi

Namun sayang sang bunga datang terlambat

Ia datang ketika hati ini sudah teriris tersayat

Hari itu, siang disuguhkan desiran ombak

Sore melewati hutan bersemak

Langit pun merah bercorak

Dengan rasa kantuk yang mulai melonjak

Malam ini, mata ku tak bisa pejamkan

Jantung berdetak seperti sirine ambulan

Ternyata ini titik puncak yang ku nantikan

Sesuai ekspektasi dan penuh adegan

Pada akhirnya ada yang mengganjal

Terasa melewati jalan tanpa aspal

Semoga ini bukan akhir yang kekal

Agar dapat keluar dari dunia khayal

Lunas sudah apa yang ku janjikan

Dengan rasa yang harus ku ungkapkan

Walau dalamnya luka ini dihantui rasa bersalah

Ku harap sang bunga kan selalu mekar dengan indah

Oleh : Sefyan Hafiz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here