Ku terkejut oleh sepucuk notifikasi
Tentang sebuah janji yang harus ku lunasi
Namun sayang sang bunga datang terlambat
Ia datang ketika hati ini sudah teriris tersayat
Hari itu, siang disuguhkan desiran ombak
Sore melewati hutan bersemak
Langit pun merah bercorak
Dengan rasa kantuk yang mulai melonjak
Malam ini, mata ku tak bisa pejamkan
Jantung berdetak seperti sirine ambulan
Ternyata ini titik puncak yang ku nantikan
Sesuai ekspektasi dan penuh adegan
Pada akhirnya ada yang mengganjal
Terasa melewati jalan tanpa aspal
Semoga ini bukan akhir yang kekal
Agar dapat keluar dari dunia khayal
Lunas sudah apa yang ku janjikan
Dengan rasa yang harus ku ungkapkan
Walau dalamnya luka ini dihantui rasa bersalah
Ku harap sang bunga kan selalu mekar dengan indah
Oleh : Sefyan Hafiz
















