
Malang, ManifesT – Mahasiswa yang menyatakan diri sebagai Student for Justice in Palestine Universitas Brawijaya (SJP UB) menggelar aksi solidaritas bertajuk “#VoiceOfPalestine” pada Minggu (26/05), Aksi yang digelar di Car Free Day (CFD) Jalan Ijen tersebut menampilkan kegiatan akustikan, orasi dan pembacaan puisi serta menyebarkan flyer ajakan boikot produk Israel. Massa aksi juga membentangkan banner bergambar bendera Israel untuk kemudian diinjak-injak oleh masyarakat yang berjalan kaki mengikuti CFD.
SJP sendiri merupakan sebuah kelompok mahasiswa di Universitas Brawijaya yang berkomitmen pada advokasi dan pendidikan mengenai isu-isu kemanusiaan di Palestina. Dalam aksi kali ini, SJP berkolaborasi dengan KampuzCamp (Komite Aliansi Mahasiswa Pro-Palestina Anti USA-Zionist).
Meski dikoordinasi oleh mahasiswa, aksi ini berhasil menarik simpati umum. Hal ini terlihat dengan banyaknya masyarakat yang mengikuti kegiatan teatrikal, termasuk tidur di jalan sebagai bentuk menghormati ribuan korban yang tewas selama konflik di Palestina. Aksi ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen dari berbagai Kampus di Malang Raya, seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan masyarakat sekitar.
Aksi yang setidaknya diikuti oleh 120 peserta ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang situasi yang dihadapi oleh rakyat Palestina. Melalui kegiatan ini, UB Students for Justice in Palestine berharap dapat mempromosikan solidaritas dan aksi nyata dalam mendukung hak-hak asasi manusia.
Salah satu mahasiswa yang melakukan orasi Qowiyyun Amin menyampaikan jika Israel sejatinya mencari tanah, tetapi di saat yang bersamaan meminta tanah dan menggeser penduduk Palestina dari negara nya. Selain itu, Qowiy juga menyoroti peranan Indonesia dalam mendukung Palestina di saat negara-negara tetangga Palestina seperti Mesir enggan membuka perbatasannya.
“Rafah mulai diserang, Mesir tidak mau membukakan portalnya, maka hari ini Indonesialah yang harus berteriak kencang,” sebut orator dalam orasi yang dibawakannya.
Di akhir orasinya, Qowiy menyampaikan jika masyarakat Indonesia harus mengambil sikap yang tegas untuk membela Palestina.
“Maka hari ini kita harus tetap tegas, kita harus tetap kemudian tegak, untuk membela Palestina!” tegas Qowiy.
Salah satu peserta aksi membacakan puisi yang menggambarkan tentang kondisi Palestina yang memprihatinkan akibat penyerangan terus-menerus oleh tentara Israel sejak Tragedi Nakba pada 76 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Mei 1948.
…
Palestina, sebuah nama yang bergema dengan jeritan kesedihan dan derita
Menjadi saksi atas sebuah tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung
Sebuah genosida yang pelan-pelan menghancurkan jiwa dan raga warganya
Anak-anak ku dimana kalian?
Dimana senyum manis yang dahulu menghiasi wajah kalian?
Kini yang ada hanya ketakutan, rasa lapar, dan kedinginan
Kalian berlari tanpa arah dan tujuan
Mencari tempat aman yang tak pernah ditemukan
…
Hingga hari ini, serangan Israel ke Palestina telah menelan korban jiwa sebanyak 35.905 dan lebih dari 80.000 warga Palestina yang terluka akibat serangan Israel yang terus berlangsung sejak Oktober 2023.
Reporter: Wildan Mukholladun (Kontributor)
Editor: Raynaldy Aulia Mahendra
Pimpinan Redaksi: Marvella Nursyah Putri













