Home Berita VAST: Inovasi Mahasiswa UB Redakan Dysmenorrhea dengan Bahan Alami

VAST: Inovasi Mahasiswa UB Redakan Dysmenorrhea dengan Bahan Alami

229
0
SHARE
VAST menjadi produk inovasi mahasiswa UB untuk meredakan dysmenorrhea menggunakan bahan alami (Foto: Fazli)

Malang, ManifesT-Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam kelompok VAST Pekan Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) melakukan inovasi minuman serbuk pereda nyeri haid hasil fermentasi. Kelompok yang terdiri atas Muhammad Fajar Akbar Nugroho, Wiliani Wijaya, Serafine Joshly Lesmana, dan Revi Ramadhani Julianto itu berpartisipasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS 2025).

“Dengan profil yang unik dan menyegarkan. Kemudian belum ada inovasi yang memang menambahkan fermentasi water kefir ke dalam minuman rempah, yang dimana water getir ini selain dia meningkatkan kandungan dari rempahnya itu, dia juga menambah probiotik dari minumannya sendiri., selain dari mengurangi rasa nyeri haid, dia juga mampu melancarkan pencernaan,” ujar Muhammad Akbar Fajar Nugroho yang akrab dipanggil Fajar.

Pengembangan produk ini dilatarbelakangi pada kebutuhan obat yang berbahan alami dan aman untuk kesehatan sebagai pereda nyeri haid atau dysmenorrhea.

“Beberapa obat-obat atau maksudnya obat pereda nyeri, namun apabila obat ini dikonsumsi terus menerus, tentu kurang baik juga dengan kesehatan. Dikarenakan ya, basically beberapa  obat itu kimia, berbahan kimia, itu nggak baik untuk kesehatan. Nah, hanya 11% wanita di Indonesia khususnya itu yang memilih jamu tradisional, itu untuk mengurangi Dysmenorrhea,” terang Fajar.

Fajar mengungkapkan bahwa produk VAST yang dikembangkan timnya memiliki rasa rempah yang berkurang serta menyegarkan karena ditambah dengan fermentasi water kefir. Penambahan fermentasi juga ditujukan untuk membantu melancarkan pencernaan. Selain itu, produknya memiliki kemasan yang lebih praktis dan harga lebih murah daripada produk sejenis di pasaran, yakni Rp3.500,00.

Fajar juga menjelaskan apabila proses produksi VAST nantinya akan melibatkan petani lokal atau industri lokal, sehingga mampu memberdayakan masyarakat.

“Untuk dampak sosialnya, mungkin karena kita di sini, rempah yang kita ambil itu dari petani lokal atau industri lokal, sehingga sembari kita untuk membuat produk ini, untuk membantu mereka dalam meredakan nyeri haid, kita juga memiliki dampak sosial kepada petani lokal untuk meningkatkan perekonomian lokal yang ada di Indonesia ini sendiri,” jelas Fajar.

Lebih lanjut, berbeda dengan produk di pasaran, Fajar berujar jika produknya memiliki berbagai keunggulan, khususnya penambahan fermentasi sehingga rasanya menyegarkan.

“Kita karena kita akan memberikan nilai jual untuk tadi fermentasi, menggunakan fermentasi dengan rasa yang menyegarkan, yang unik, sehingga nantinya itu akan menjadi branding kita, dan kita akan menguatkan branding kita baik itu melalui media sosial, melalui secara offline, maupun secara online,” ujar Fajar.

Kedepannya, kelompoknya akan. Terus berinovasi dan memastikan pemenuhan regulasi keamanan pangan sehingga dapat lebih terjamin di masyarakat.

“Jadi mungkin kedepannya kami akan terus untuk berinovasi dan memastikan regulasi dan juga keamanan pangan dari produk kami, sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk mengkonsumsi produk kami dan juga tidak perlu lagi untuk mencoba bagaimana rasa jamu yang difermentasi,” terang Fajar.

Penulis: Raynaldy Aulia Mahendra

Editor: Zuchaira Pratiwi Tahir

Pimpinan Redaksi: Raynaldy Aulia Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here