Home Berita Kontestasi Demokratis Berbalut Dinamika Politik, Pemilwa FH UB 2025 Sukses Diselenggarakan

Kontestasi Demokratis Berbalut Dinamika Politik, Pemilwa FH UB 2025 Sukses Diselenggarakan

179
0
SHARE

Malang, ManifesT- Rabu (19/11) telah terlaksana Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya sebagai momentum demokrasi tahunan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa FH UB. 

Berlangsung di Mimbar Demokrasi Gedung C, pelaksanaan Pemilwa tahun ini mendapatkan apresiasi positif dari para pemilih yang menilai jalannya kegiatan lebih kondusif, teratur, dan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Salah satu pemilih, akrab disapa Zee (FH UB 2025), menyampaikan bahwa proses pemilihan berjalan dengan lancar, tertib, dan tanpa hambatan berarti. Ia juga menilai panitia telah bekerja maksimal sehingga pelaksanaan dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.

“Menurut saya sendiri, tadi dari proses pemilihannya udah lancar. Panitianya juga udah bekerja keras sesuai dengan tugas mereka masing-masing. Dan alhamdulillah menurut saya udah gak ada yang ricuh tahun ini pemilihannya,” ujar Zee.

Hal tersebut senada juga disampaikan oleh Tessa Brigita (FH UB 2022) yang melihat bahwa Pemilwa tahun ini menunjukkan peningkatan baik dari segi kerapian, teknis pelaksanaan, maupun partisipasi mahasiswa. Menurutnya, antusiasme pemilih menunjukkan bahwa budaya demokrasi di FH UB semakin hidup dan menjadi ruang pembelajaran politik mahasiswa yang nyata.

“Orang-orang makin tahu kayak kemarin kurangnya apa, sekarang sudah di improve dengan lebih baik, udah mulai rapi juga semuanya. Dan aku jujur senang sih ngeliat karena angkatan bawah ini makin banyak, semuanya makin partisipatifnya makin oke juga buat melakukan pemilwa dan pemira ini,” terang Tessa.

Sementara itu, Moura (FH UB 2023) menyebut bahwa dinamika politik dalam Pemilwa merupakan hal wajar dalam demokrasi. Ia menilai kompetisi antara kedua pasangan calon semakin menarik dan membawa warna baru bagi pesta demokrasi mahasiswa tahun ini.

“Setiap pemilihan pasti membawa warna baru. Ada ketegangan-ketegangan politik di dalamnya, tapi itulah namanya demokrasi,” ucapnya. 

Ia juga berharap agar siapapun terpilih dapat menjalankan janji dengan nyata. “Kita tentunya mahasiswa gak mau ya mendapatkan janji-janji kampanye aja tanpa ada realisasi,” tegasnya.

Meski demikian, beberapa pemilih juga memberikan catatan untuk perbaikan. Zee menekankan pentingnya mahasiswa memilih berdasarkan pilihan pribadi, bukan karena dorongan pihak lain. Sementara Tessa berharap pelaksanaan ke depan dapat berlangsung lebih kondusif seiring tingginya euforia mahasiswa. Moura menambahkan bahwa tingkat partisipasi masih perlu ditingkatkan agar semakin banyak mahasiswa yang menggunakan hak pilih dan tidak golput.

Secara umum, Pemilwa FH UB 2025 dipandang sukses memberikan pengalaman demokrasi yang sehat serta menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi dan teknis pelaksanaan. 

Dalam wawancara bersama ManifesT, Calon Terpilih Presiden BEM RDM FH UB Muhammad Alfajar menyampaikan rasa terima kasihnya atas kolaborasi kemenangan dalam Pemilwa kali ini. 

Alfajar mengatakan bahwa kemenangan ini merupakan kemenangan bersama, dan bahwa kedepannya pun dirinya akan merangkul berbagai pihak untuk terlibat selama masa kepemimpinannya.

“Nanti kami akan mencoba untuk berkolaborasi. Karena tujuan kita satu, untuk memajukan Fakultas Hukum,” ungkap Alfajar.

Tak hanya itu, Alfajar juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada 1047 suara yang telah memilih paslon 02 dalam Pemilwa kali ini. Dirinya mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap memberikan evaluasi, saran, dan masukan selama masa kepemimpinannya nanti.

“Kami tidak anti dengan kritik dan masukan,” tegasnya.

Di sisi lain, Wapres BEM FH UB Terpilih Jona Binsar menegaskan pandangannya bahwa terpilihnya paslon 02 dalam Pemilwa kali ini menunjukkan bentuk keharusan bagi mereka untuk membawakan perubahan. Jona Binsar menyampaikan secara langsung keinginannya untuk mengubah aspek kuantitas dalam RDM FH UB menjadi kualitas selama masa kepemimpinannya.

“Karena kami merasa juga BEM RDM FH UB pada hari ini menghadapi masalah yang sama seperti lembaga lain. Jadi hendaknya kita bersatu saja dalam satu program, seprogram kerja kita bisa melakukan bersama-sama seperti itu,” Jona menyampaikan.

Jona juga mengajak partisipasi aktif dari mahasiswa/i RDM FH UB dalam menjalankan program-program kerja BEM RDM FH UB ke depannya. Ia menegaskan, dirinya menginginkan program yang tidak hanya mengembangkan internal BEM RDM FH UB, tetapi juga internal FH UB secara keseluruhan.

Selain pemilihan Presiden dan Wakil Presiden BEM, Pemilwa FH UB 2025 juga menetapkan perwakilan mahasiswa yang akan duduk di kursi Dewan Perwakilan Mahasiswa. Salah satu di antaranya adalah Rasif Abdullah Nawawi yang resmi terpilih sebagai anggota DPM dengan nomor urut 06.

Rasif Abdullah Nawawi, DPM nomor urut 06 yang resmi terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa, menyampaikan rasa syukur sekaligus kesadaran akan tanggung jawab besar yang diembannya. 

“Alhamdulillah, itu yang saya ucapkan. Lalu yang kedua, wa innalillah. Karena di sisi lain saya bangga bersama teman-teman timses saya, juga bersama teman-teman DPM Fakultas Hukum dan seluruh mahasiswa FH UB,” ujarnya.

Rasif menegaskan bahwa terpilihnya ia sebagai anggota DPM bukan sekadar kemenangan individu, tetapi hasil dari kerja bersama serta kepercayaan mahasiswa. Ia juga menegaskan komitmennya untuk mewujudkan janji kampanye melalui langkah nyata. 

“Saya berjanji untuk menunaikan apa yang sudah saya janjikan, sehingga memang betul nantinya akan menjadi aksi nyata,” tambahnya.

Terkait keberagaman kelompok mahasiswa dan pentingnya persatuan pemikiran di lembaga legislatif mahasiswa, Rasif menekankan bahwa profesionalisme dan keterbukaan harus menjadi landasan utama. 

“Simple, jawabannya adalah mengesahkan Undang-Undang tata cara pembentukan undang-undang yang baik. Karena itu nanti transparansi, aspirasi, dan seterusnya akan masuk agar teman-teman Fakultas Hukum dapat melihat,” jelasnya.

Menutup pesannya, Rasif mengajak mahasiswa FH UB untuk terus aktif mengawal kinerja DPM. 

“Mungkin ini sudah waktunya untuk melaksanakan perubahan. Saya yakin betul perubahan ini dapat tercapai. Teman-teman cukup satu tugasnya: memberikan kritik dan saran kepada Dewan Perwakilan Mahasiswa nantinya,” tuturnya.

Penulis: Andi Imam Rafi, Gery Andriano

Editor: Zuchaira Pratiwi Tahir

Pimpinan Redaksi: Raynaldy Aulia Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here