Home Berita Trans Jatim datang ke Malang, masyarakat antusias, Sebagian Halte Dinilai belum Layak

Trans Jatim datang ke Malang, masyarakat antusias, Sebagian Halte Dinilai belum Layak

206
0
SHARE
Armada Trans Jatim Gajayana menambah transportasi umum di Kota Malang (Foto: Ray)

Malang, ManifesT– Kota Malang akhirnya memiliki sarana transportasi umum baru, yakni bus Trans Jatim Gajayana yang diluncurkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama kepala daerah di Malang Raya pada Kamis (20/11) lalu.

Keberadaan Trans Jatim ini sendiri dicanangkan sebagai transportasi massal publik yang murah, dimana untuk pelajar, santri, dan mahasiswa dikenai biaya Rp2.500,00 sedangkan penumpang umum akan membayar Rp5.000,00 untuk satu rute.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Nyono menerangkan bahwa pemilihan  Terminal tipe B Hamid Rusdi diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah Malang Raya.

“Terminal tipe B Hamid Rusdi, yang merupakan kewenangan daripada Pemprov Jawa Timur, kami ingin terminal tipe B bisa ramai, bisa digunakan, dan memberikan impak yang luar biasa bagi perkembangan wilayah Malang Raya,” ujar Nyono.

Menurut Kevin, warga kota Malang yang sedang berkuliah di Universitas Negeri Malang (UM), antrean panjang Trans Jatim dan penuhnya bus menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap keberadaan Trans Jatim sebagai sarana transportasi umum.

“TransJatim ini sudah cukup sesuai dengan kebutuhan masyarakat Malang Raya, soalnya antusiasme masyarakat itu cukup tinggi,” ungkap Kevin.

Hal senada diungkapkan oleh Vian Winata, mahasiswa asal kota Madiun yang juga berkuliah di Malang. Menurutnya, keberadaan Trans Jatim di Malang bermanfaat bagi masyarakat maupun pendatang dan wisatawan di Kota Malang.

“Adanya teras jatim di Malang ini sangat membantu dan bermanfaat bagi warga khalayak umum di sekitar Malang. Karena selain membantu warga Malang yang bepergian dari daerah ke daerah dengan mudah dan murah juga bermanfaat bagi pendatang atau wisatawan yang berkunjung ke Malang,” terang Vian.

Meskipun demikian, terdapat beberapa aspek yang perlu dievaluasi, di antaranya kelayakan halte dan juga penataan antrean.

“Beberapa halte menurut saya masih kurang layak, ada yang tidak ada tempat duduk, kurang penerangan, bahkan ada juga yang cuma berupa rambu bus stop saja. Terus di terminal juga sistem antrian nya belum sama semua,” ujarnya.

Vian menambahkan perlunya pembangunan sarana prasarana pendukung, seperti pedestrian dan tempat penyebrangan selain perbaikan halte maupun terminal.

“Pembangunan halte atau terminal selain menjadi tempat tunggu kedatangan bus Trans Jatim halte atau terminal juga men-support prasarana dan sarana lainnya seperti pedestrian pejalan kaki yang diperbaiki serta tempat penyebrangan diperbaiki dan rambu-rambu kalau ada halte Trans Jatim,” ungkap Vian.

Kevin berharap kualitas Trans Jatim dapat terus diperbaiki dan ditingkatkan sehingga masyarakat sebagai pengguna merasa lebih nyaman.

“Ke depannya ya, ini Trans Jatim bisa terus diperbaiki dan ditingkatkan lagi, mulai dari sistem antrian nya biar lebih tertata dan jelas, fasilitas halternya lebih dilengkapi dan diperbaiki, sama kalau bisa jumlah busnya ditambah karena peminatnya banyak, agar masyarakat malang raya makin nyaman pakai Trans Jatim,” harap Kevin.

Penulis: Raynaldy Aulia Mahendra

Editor: Zuchaira Pratiwi Tahir

Pimpinan Redaksi: Raynaldy Aulia Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here