Home Berita Data Mahasiswa Diduga Bocor, Bagaimana Respons Kampus?

Data Mahasiswa Diduga Bocor, Bagaimana Respons Kampus?

92
0
SHARE

Malang, ManifesT– Selasa (17/02/2026), beredar informasi mengenai dugaan kebocoran data mahasiswa di lingkungan Universitas Brawijaya. Peristiwa ini menjadi sorotan karena menyangkut perlindungan data pribadi mahasiswa dan keamanan sistem informasi kampus.

Kebocoran data tersebut meliputi data-data pribadi seperti nomor telepon, alamat email dan sandinya, hingga alamat tempat tinggal mahasiswa-mahasiswi Universitas Brawijaya. Menanggapi hal itu, Komisi IV DPM RDM FH UB bersama dengan Kementerian Advokesma EM UB berusaha bertindak sesegera mungkin untuk menanggapi urgensi masalah yang tengah dihadapi mahasiswa-mahasiswi saat ini.

“Kami mengimbau untuk seluruh mahasiswa FH UB, khususnya untuk tidak selalu asal memencet website, dan kemudian waspadai bahaya phishing terutama, dan juga tidak perlu menanggapi nomor-nomor yang tidak dikenal ketika nomor itu menghubungi rekan-rekan sekalian,” ujar Habib, Ketua Komisi IV DPM RDM FH UB.

Komisi IV DPM RDM FH UB menjelaskan bahwa pada saat ini mereka sedang di tengah proses membawakan isu ini ke pihak atas. Di samping itu, Komisi IV DPM RDM FH UB juga tengah mengupayakan pengimbauan kepada mahasiswa-mahasiswi FH UB mengenai cara mencegah dan menghindari masalah kebocoran data agar tidak bertambah parah. Komisi IV juga tengah melaksanakan pendataan korban kebocoran data melalui media sosial DPM RDH FH UB.

“Kita juga ada akun media sosial, mungkin itu dimasifkan nantinya terkait imbauan kepada mahasiswa,” jelas Radhif, anggota Komisi IV DPM RDH FH UB.

Menghadapi hal ini, EM Advokesma UB nantinya akan membersamai isu kebocoran data dan akan dibawa ke Rektorat pada hari Rabu, mengingat saat ini Kemahasiswaan sedang Libur Nasional Tahun Baru Imlek. “Pada hari Rabu ini akan menghadap atau naik ke Rektorat terkait untuk permasalahan kebocoran data ini,” ujar Perwakilan Advokesma EM UB.

Ke depannya, DPM RDM FH UB berharap agar permasalahan serupa tidak terulang dengan mendorong Universitas Brawijaya untuk menerapkan sistem autentikasi dua faktor atau biometrik. “Upaya misalnya otentifikasi dua faktor, atau misalnya juga melakukan otentifikasi menggunakan biometrik agar kejadian seperti ini tidak berulang lagi,” Ujar Harsa, anggota Komisi IV DPM RDM FH UB.

Sebagai bentuk antisipasi, diharapkan dapat mengambil langkah yang bijak, seperti memanfaatkan aplikasi GetContact atau fitur WhatsApp, misalnya Silence Unknown Callers, guna mencegah potensi terjadinya kebocoran data.

“Sebelum adanya langkah-langkah yang diambil lebih lanjut oleh universitas ataupun dari fakultas itu sendiri, maka dapat dilakukan misalnya menggunakan aplikasi seperti misalnya GetContact atau menggunakan fitur di WhatsApp seperti Silence Unknown Callers. Jadi biar misalnya ada telepon dari pihak yang tidak dikenal, yang bukan dari kontak kita, itu dapat langsung di-recheck dan bisa dapat auto-block,” Tambah Harsa, anggota Komisi IV DPM RDM FH UB.

Penulis: Gery Andriano dan Saskia Dwi Fitriani

Editor: Andi Imam Rafi

Pimpinan Redaksi: Husein Kurnia Hoetomo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here