Home Berita Dharmawira Day-2: Dibekali Materi HAM dan Kewirausahaan, Mahasiswa Baru Beri Catatan Evaluasi

Dharmawira Day-2: Dibekali Materi HAM dan Kewirausahaan, Mahasiswa Baru Beri Catatan Evaluasi

101
0
SHARE
Pemaparan Materi oleh H.E. Anita Ashvini Wahid dengan Tema “Membangun Budaya Organisasi yang Demokratis dan Inklusif bagi Mahasiswa Hukum”. Foto: Asyraful

Malang, ManifesT –  Rangkaian Orientasi Mahasiswa (Ormawa) Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) 2026 atau Dharmawira memasuki hari kedua pelaksanaannya. Pada hari kedua ini, mahasiswa baru menerima materi mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan sipil, materi kewirausahaan (entrepreneurship), serta materi pengenalan organisasi mahasiswa yaitu BEM FH dan DPM FH, yang ditutup dengan penyampaian aspirasi dan pengaduan dari mahasiswa baru terkait teknis pelaksanaan kegiatan.

H.E. Anita Ashvini Wahid yang membawakan topik Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Sipil. Seusai penyampaian materi, Anita menyampaikan bahwa mahasiswa pemahaman mengenai hak-hak inheren manusia semestinya sudah ditanamkan sejak dini agar anak-anak tidak mudah diperlakukan sewenang-wenang oleh orang lain. Secara khusus untuk mahasiswa hukum, Anita menilai urgensi pemahaman HAM sangat besar. Anita mengingatkan bahwa hukum yang tidak dilandasi perspektif HAM sangat rentan dimanfaatkan untuk mempertahankan kekuasaan yang sewenang-wenang. 

“Kalau misalnya kita mau hak asasi manusia itu menjadi pondasi dari kita berbangsa dan bernegara, maka hukumnya pun juga harus diambil, dibuat, dan dijalankan oleh orang-orang yang memiliki pemahaman tersebut,” jelas Anita.

Di akhir sesi wawancara, Anita turut membagikan kesannya terhadap antusiasme mahasiswa baru FH UB. Anita mengaku bangga dan terharu melihat kepedulian yang ditunjukkan peserta terhadap kondisi bangsa, meski mereka baru saja menyelesaikan pendidikan menengah atas. 

“Enggak ada yang lebih menyedihkan dibandingkan anak-anak muda yang enggak peduli,” ujar Anita. Anita berharap semangat para mahasiswa baru tersebut dapat terus dijaga dan diarahkan oleh senior-senior mahasiswa agar tidak padam begitu saja seiring berjalannya waktu.

Selain materi HAM dan kebebasan sipil, mahasiswa baru turut dibekali materi kewirausahaan atau entrepreneurship yang disampaikan oleh Heri Cahyono. Dalam sesi wawancara, Heri menyebut materi ini sebagai terobosan baru dalam rangkaian PKKMB Fakultas Hukum, mengingat cara pandang mahasiswa hukum pada umumnya masih tergolong konservatif dan cenderung terpaku pada profesi konvensional seperti pengacara, jaksa, atau hakim.

“Ini hukum itu bisa dijadikan produk untuk bisnis. Nah itu sangat penting.” ujar Heri.

Menyinggung kondisi pasar kerja saat ini, Heri mendorong mahasiswa hukum untuk tidak sekadar berorientasi memasuki pasar kerja, melainkan turut menciptakan lapangan kerja baru. Heri menekankan bahwa pola pikir tetap atau fixed mindset yang hanya berfokus pada job market perlu digantikan dengan pola pikir bertumbuh atau growth mindset yang lebih terbuka terhadap peluang.

“Anda jangan terjun ke job market tapi menciptakan job market. Gitu ya. Jadi kalau Anda tujuannya job market, maka ini masih fixed mindset. Tapi kalau growth mindset dan itu terbuka lebar, dan itu bergantung pada Anda,” tegas Heri.

Menutup sesi wawancara, Heri turut membagikan kesannya usai mengisi materi di rangkaian PKKMB FH UB. Heri mengaku ini merupakan pengalaman pertamanya mengisi materi khusus untuk mahasiswa baru, meski sebelumnya beberapa kali diundang oleh Universitas Brawijaya untuk kegiatan lain, serta mengaku terkesan dengan antusiasme peserta selama sesi berlangsung.

“Saya beberapa kali diundang Unibraw tapi enggak pernah di maba. Nah ini pertama kali diundang di maba. Cukup antusias ya, luar biasa,” ujar Heri.

Rangkaian acara Ormawa PKKMB Fakultas Hukum Universitas Brawijaya 2026 berhasil dilaksanakan hingga akhir. Namun, pada saat sesi penyampaian pesan dan kesan mahasiswa baru terhadap rangkaian ormawa, dua mahasiswa baru menyampaikan keluh kesahnya kepada pihak Monitoring dan Evaluasi (Monev) PKKMB FH UB 2026.

Zaky Yusa, mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, menyoroti masalah mobilisasi. Yusa menilai bahwa seharusnya panitia bisa lebih bijak lagi dalam memobilisasi mahasiswa baru.

“Untuk masalah yang bisa saya berikan yang pertama ialah mobilisasi ke kamar mandi. Karena terus terang saja kami rasakan dari angkatan 26, untuk masalah mobilisasi ke kamar mandi sepertinya harus bisa lebih bijak lagi.”, kata Yusa.

Yusa juga menyoroti perihal aksesibilitas, flow, jumlah orang yang bisa ke kamar mandi, dan timing-nya. Yusa mengaku bahwa dirinya hendak pergi ke kamar mandi pada saat sesi materi belum dimulai, tetapi tidak diperbolehkan. Alhasil, ia harus pergi ke kamar mandi pada saat sesi materi.

“Karena bayangkan terus terang dari tadi saya ingin ke kamar mandi pada saat sebelum memulai materi, namun tidak diperbolehkan. Jadinya untuk timing ke kamar mandinya justru pada saat materi berjalan.”, ujar Yusa.

Selain masalah mobilisasi ke kamar mandi, Yusa juga menyoroti masalah mobilisasi ketika hendak salat. Yusa mengaku bahwa dirinya diperintahkan untuk langsung berdiri dan bergerak untuk mobilisasi sehingga sandalnya tidak sempat terpakai. Yusa menilai bahwa hal seperti itu menghambat flow mobilisasi.

“Dikarenakan contoh pada saat kita ingin beranjak sholat, sholat kita sudah membawa sandal sebagai alas sholat. Namun tadi karena kita saat itu langsung disuruh berdiri dan kita langsung bergerak untuk mobilisasi, sandalnya tidak terpakai dan itu sedikit menghambat flow mobilisasi kita dari tempat sholat ke acaranya sendiri.”, tambah Yusa.

Selain itu, terdapat satu lagi mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yang menyampaikan keluh kesahnya kepada monev. Muhammad Zuran Ahnaf, yang biasa dipanggil Zuran, mengatakan bahwa sebagian besar yang hendak ia sampaikan telah disampaikan oleh Yusa. Namun, Zuran menambahkan bahwa pada rangkaian ormawa kali ini terdapat miskomunikasi dari pihak supervisor (SPV). 

“Namun saya sedikit menambahkan saja terkait mungkin tadi sempat ada dari SPV-nya kayaknya agak miskom ya. Soalnya tadi SPV saya kebetulan bilang kalau misalkan memang ada apa-apa, bilang ke SPV terdekatnya ya. Tapi ketika saya bilang ke SPV terdekat, SPV terdekatnya bilang tanya ke SPV saya, jadinya malah muter-muter.”, keluh Zuran.

Secara keseluruhan, rangkaian Ormawa PKKMB FH UB 2026 telah berhasil diselenggarakan. Berbagai materi telah disampaikan kepada mahasiswa baru mengenai Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Sipil,  juga mengenai kewirausahaan. Selain itu, sesi pengenalan organisasi mahasiswa seperti BEM FH UB dan DPM FH UB turut melengkapi pemahaman mahasiswa baru mengenai dinamika kehidupan kampus di Fakultas Hukum. 

Penulis:Alief Azhar Al Rafi dan Kathrine Ardya Binar Sapphira
Reporter:Alief Azhar Al Rafi, Kathrine Ardya Binar Sapphira, Adzirah Ferisa, Citra Nisful Udqiyah, Asyraful Rijal Putra Hardi
Editor:Andi Imam Rafi
Pimpinan Redaksi:Husein Kurnia Hoetomo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here