
Malang, ManifesT-Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) melantik pengurus Lembaga Kemahasiswaan yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM FH UB), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM FH UB), Lembaga Otonom Lembaga Semi Otonom (LO/LSO), serta Forum Komunikasi Magister Ilmu Hukum dan Forum Komunikasi Magister Kenotariatan.
Pelantikan yang digelar di Hall Rusdi Margono & Didik Farkhan itu dilaksanakan pada Selasa (07/01). Meski diadakan saat libur semester, pelantikan ini diikuti secara antusias oleh pengurus Lembaga Kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
Dalam prosesi pelantikan ini, Kepala Sub-Bagian Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Alumni, Kerja sama, dan Kewirausahaan, Bapak Supardi, S.Kom., menyampaikan adanya beberapa perubahan di dalam prosedur Kemahasiswaan, salah satunya berkaitan dengan SKM (Sistem Kegiatan Mahasiswa).
“Kegiatan-kegiatan resmi nanti akan masuk dalam SKM, semacam SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah, red) tapi di lingkup mahasiswa. Nanti bisa di pakai ketika sudah lulus, anda memiliki track record kegiatan selama berkegiatan menjadi mahasiswa,” ujar Pak Supardi.
Lebih lanjut, Pak Supardi berpesan agar dalam proses regenerasi nantinya, ilmu-ilmu yang didapat selama satu kepengurusan dapat diturunkan dengan baik kepada pengurus selanjutnya, tidak terhalang oleh faktor politik maupun hambatan-hambatan lain.
“Saya sering menemui lembaga tersebut putus hubungan. Buktinya apa, ketika menyusun proposal dan sebagainya, berubah. Bukan lebih baik, tetapi justru mundur tidak lebih baik. Ini membuktikan bahwa adanya regenerasi ini tidak nyambung, bisa jadi mungkin saingan politik, ilmunya disimpan. Jangan seperti itu, tularkan ilmu kepada pengurus selanjutnya. Semoga kepengurusan 1 tahun ke depan bisa berjalan sukses, lebih maju, dan lebih baik,” pesan Pak Supardi.
Usai membacakan naskah pelantikan pengurus Lembaga Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Dr. Aan Eko Widiarto, S.H., M.Hum menyampaikan beberapa sambutan, di antaranya berkaitan dengan potensi dan kelemahan FH UB saat ini, salah satunya yakni internasionalisasi peran mahasiswa lintas negara.
“Teman kita adalah negara-negara. Beberapa waktu lalu Indonesia masuk BRICS, negara berkembang dengan ekonomi besar. Tentunya ini membawa kita ke kemajuan dan semangat baru untuk mahasiswa. Penting, mahasiswa menghasilkan asosiasi atau perkumpulan berbasis internasional seperti ASEAN,” terang Dr. Aan.
Dr. Aan juga menyampaikan permohonan maaf berkaitan dengan pengadaan sekretariat bagi Lembaga Kemahasiswaan yang tak kunjung terealisasi meski telah mendapatkan pendanaan untuk hal tersebut.
“Meskipun demikian, ada satu kelemahan yaitu sarana dan prasarana. Tentunya menjadi hutang kami kepada pengurus yang lama. Sudah dua tahun ya, Presiden BEM dan DPM menanyakan ‘katanya ada kantor, Pak’. Itulah kelemahan kita. Ternyata prosesnya tidak gampang. Setelah kita robohkan dan meratakan, ternyata tidak semudah itu membangun kembali walaupun uangnya sudah ada,” ungkap Dr. Aan.

Dr. Aan berharap agar setelah dilantik, pengurus Lembaga Kemahasiswaan dapat menjalankan kepengurusan lembaga nya secara baik dan dapat berkolaborasi bersama dengan fakultas, termasuk dalam memberikan aspirasi dan kritik.
“Mari kita bisa berkolaborasi. Saya senang kita ada aspirasi, kita terbuka aja. Kami ingin hiring pendapat. Boleh dikritik apabila ada yang kurang. Harapan kami memang ini bisa sinergi,” tegas Dr. Aan menutup sambutan pelantikan pengurus Lembaga Kemahasiswaan.
Penulis: Raynaldy Aulia Mahendra
Editor: Zuchaira Pratiwi Tahir
Pimpinan Redaksi: Raynaldy Aulia Mahendra















