Menapaki bekas langkaah induk tampak mudah
Musti dihampiri suatu kebahagiaan
Bahagia datang perlahan syukur menghilang
Terlarut dalam ayunan kefanaan
Perlahan langkah induk mulai menghilang
Jalanan tetiba seakan suram
Rintihan, rengekan, tetesan air mata pun selalu terngiang
Kosong, kebingugan, hari kian muram
Kemana Langkah yang tiap hari kulihati?
Kemana Langkah yang tiap hari kutapaki?
Kemana Langkah yang tiap hari kuikuti?
Kemana Langkah yang tiap hari kunanti?
Kawan seraya berkata kamu bisa
Saudara seraya berkata kamu pilihan
Orang tak dikenal seraya berkata berfikirlah secara terbuka
Orang seperjuangan seraya berkata duka dan suka senantiasa bergantian
Orang terkasih mendatangi seraya berkata
Hai tuan aku di sini bersamamu
Tetangga mendatangi seraya berkata
Hai tuan terkadang lebih baik diam dan tersenyum
Tujuan? Apa arti tujuan tanpa jejakmu?
Bahagia? Bahagia seperti apa yang tanpa jejakmu?
Bersama? Apalagi Kukira damai sudah menghampiri ternyata hanya kesedihan yang tertutup















