Home Berita Jembatan Swereg-Sengkaling Rusak Parah, Warga Berharap Segera Diperbaiki

Jembatan Swereg-Sengkaling Rusak Parah, Warga Berharap Segera Diperbaiki

1246
0
SHARE
Sumber: Dokumentasi Warga

ManifesT, Malang, (Senin, 14/2/2022) – Jembatan Swereg, Penghubung Antar Wilayah Sengkaling dan Tegalgondo, hingga kini tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Jembatan yang berlokasi di Jalan Terusan Sengkaling-Tegalgondo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang ini mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang menerjang Kota Batu dan sekitarnya pada Kamis, 4 November 2021 lalu. Akibat kerusakan yang terjadi aktivitas warga di sekitar jembatan menjadi terganggu.

Jembatan yang melintang di atas Sungai Brantas ini merupakan jalan alternatif yang menghubungkan dua wilayah di Kabupaten Malang, yakni Sengkaling dan Tegalgondo. Selain itu, jembatan ini juga merupakan salah satu jalan andalan para pengguna sepeda motor agar dapat menempuh jarak yang lebih dekat dengan waktu tempuh yang lebih cepat karena letaknya yang “memotong” jalan utama. Namun semenjak rusaknya jembatan ini pengendara sepeda motor harus memutar arah melalui Universitas Muhammadiyah Malang dan Jalan Raya Pendem, Kota Batu.

Rusaknya Jembatan Swereg pun berdampak terhadap kegiatan ekonomi warga sekitar. Roda perekonomian warga yang mengandalkan mobilitas di Jembatan Swereg menjadi terhambat. Warga mulai bingung untuk mencari usaha lain agar bisa memperoleh pemasukan. Salah satunya dirasakan oleh Matari, Pemilik Warung Kopi di sekitar Jembatan Swereg yang sudah berjualan sekitar tiga tahun. Ia mengaku semenjak rusaknya jembatan ini, warungnya menjadi sepi pembeli. Hal ini dikarenakan warga yang biasanya memanfaatkan Jembatan Swereg kini tidak  lagi berlalu lalang melewati jembatan. “Sebelumnya daerah ini selalu ramai dilalui para pekerja dan mahasiswa, tetapi setelah jembatan ini rusak daerah ini menjadi sepi,” kata Matari.

Pentingnya jembatan ini menuntun warga melakukan gotong royong untuk membangun jembatan darurat sejak Januari lalu. Warga membangun jembatan yang terbuat dari kayu  sehingga hanya bisa digunakan oleh pejalan kaki. “Untuk saat ini jembatan memang hanya untuk pejalan kaki, sebenarnya untuk pengendara sepeda motor bisa saja lewat, hanya saja jika terlalu sering maka jembatan tidak akan kuat menahannya. Maka dari itu, kami putuskan bahwa jembatan darurat ini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki saja agar aman,” jelas Matari. Hal ini dilakukan warga sembari menunggu adanya perbaikan dari pemerintah setempat yang berjanji akan memperbaiki jembatan pada Mei mendatang.

Warga berharap Jembatan Swereg ini dapat segera diperbaiki oleh pemerintah agar bisa berfungsi seperti sedia kala dan aktivitas warga sekitar bisa normal kembali. “Mudah-mudahan jembatan ini bisa segera diperbaiki, karena dampaknya juga tidak hanya pada warung saya, tetapi juga aktivitas warga lainnya,” pungkas Matari.

Penulis: Miranda Lailatul Fitria, Miranti Maghfiroh, Nabilah Hanifatuzzakiyah, Mochamad Andhika Bayu Ardha, Jasmine Sarah Nabila, Raka Mafandi Wicaksono

Editor: Tazkiya Lidya Alamri Pimpinan Redaksi: Trian Marfiansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here