Malang, ManifesT – Selasa (20/05/2025). Ballroom Munir FH UB tengah diramaikan dari pelaksanaan pameran interaktif sebagai bagian dari Ruang Dengar, sebuah program kerja dari Kementerian Advokesma BEM RDM FH UB.
Pameran ini dilaksanakan dari tanggal 19 hingga 21 Mei 2026, yang mana pelaksanaannya turut mengundang berbagai pihak dari dalam dan luar Universitas Brawijaya untuk ikut serta meramaikan rangkaian acara tersebut.
Bramantya, ketua pelaksana Ruang Dengar 2026 menjelaskan bahwa Ruang Dengar sendiri merupakan program kerja tahunan dari Kementerian Advokesma, tetapi pada tahun ini terdapat pembaharuan dengan menjadikannya lebih berfokus di bidang konseling dan psikologi secara konsep acara dan mitra yang digaet.
“Untuk kita ini memang mengeluarkan suatu novelty untuk bisa membuat perubahan pada Ruang Dengar ini, dengan memfokuskan program lebih ke arah konseling,” jelas Bramantya.
Dalam pelaksanaannya, Ruang Dengar 2026 dibagi menjadi dua main rangkaian acara, yakni pameran interaktif yang tengah berlangsung dan layanan konseling gratis yang akan dilaksanakan pada 1 hingga 3 Juni 2026.
Kementerian Advokesma juga mengundang berbagai pihak untuk ikut meramaikan pameran kali ini, yaitu Klinik UB, Layanan Konseling Mahasiswa (LKM) UB, dan serta pihak eksternal Psychosense.
“Untuk pameran interaktif ini, selain untuk mahasiswa UB sendiri, juga terbuka untuk umum. Tapi untuk kegiatan konselingnya nanti memang khusus mahasiswa Universitas Brawijaya,” tambah Bramantya.
Bramantya mengekspresikan harapan bahwa melalui pelaksanaan Ruang Dengar, mahasiswa dapat memiliki ruang nyaman untuk menyampaikan keresahan maupun cerita yang mereka alami.
“Kami harapkan tentunya mahasiswa-mahasiswa ini bisa merasa lebih didengar, lebih dihargai, dan bisa mendapatkan ruang nyaman untuk bercerita,” ujar Bramantya.
Antusiasme pengunjung dalam menyambut pameran ini pun terbukti melalui kuantitas pengunjung di hari pertama dan kedua. Menurut Bramantya, jumlah pengunjung dari kedua hari tersebut telah melampaui ekspektasinya.
“Di hari kemarin itu tembus 200 orang di pameran. Syukurnya di hari ini sudah sampai berjalan setengah hari itu udah lebih dari 100 orang,” Bramantya menyampaikan.
Selain menghadirkan layanan konseling, para mitra juga membuka berbagai layanan kesehatan dan pemeriksaan gratis bagi pengunjung. Klinik UB menyediakan pemeriksaan gula darah, cek tekanan darah, hingga pemeriksaan kulit secara gratis. Sementara itu, Psychosense menghadirkan tes kepribadian dan LKM UB membuka layanan konseling gratis bagi mahasiswa.
Salah satu pengunjung, Monica Aurellia, seorang mahasiswi angkatan 2025, mengaku tertarik mengikuti kegiatan Ruang Dengar karena menilai isu kesehatan mental menjadi hal yang dekat dengan kehidupan mahasiswa saat ini.
“Tertariknya itu karena ada psikolog juga, sih. Menurutku di era sekarang mahasiswa banyak yang stres, collapse, atau bahkan burnout,” ujar Monica.
Monica menilai kegiatan seperti Ruang Dengar dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan cerita maupun keluh kesah yang selama ini dipendam.
“Menurutku ini bisa jadi tempat mahasiswa buat ungkapin apa yang dia mau ungkapin, terus jadi tempat cerita juga,” tambah Monica.
Monica juga berharap kegiatan Ruang Dengar dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.
“Harapan aku ke depannya tetap dilakuin lagi, nggak cuma satu kali aja jadi terus berlanjut,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Rafi Atmaja, mahasiswa asal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sekaligus bagian dari LKM UB memandang Ruang Dengar sebagai wadah yang dapat membantu mahasiswa merasa tidak sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan selama berkuliah.
“Teman-teman mahasiswa ini nggak hanya sendiri di lingkup universitas, tapi mereka juga punya teman sebayanya untuk bisa mendengarkan keluhannya,” ujar Rafi.
Rafi menjelaskan bahwa LKM UB sendiri berada di bawah Subdirektorat Konseling, Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan UB. Menurutnya, keberadaan layanan konseling saat ini menjadi penting, terutama bagi mahasiswa rantau yang tidak memiliki tempat untuk berbagi cerita.
“Hadirnya LKM ini untuk mewadahi teman-teman yang memang nggak punya teman cerita untuk berbagi permasalahannya,” jelasnya.
Di akhir wawancara, Rafi berharap Ruang Dengar dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Brawijaya melalui branding yang lebih luas.
“Harapannya target pesertanya nggak hanya anak-anak FH saja, tapi bisa dari fakultas lain juga,” ujarnya.
Penulis: Gery Andriano dan Faricha Barorotun Nuroniyah
Editor: Andi Imam Rafi
Pimpinan Redaksi: Husein Kurnia Hoetomo
















