ManifesT, Malang, (Kamis, 02/03/2022) – Aliansi Setara adakan diskusi publik dengan tema “Kilas Perjuangan Perempuan: Sudahkah Terwujud Keadilan Gender?” dalam rangka menyambut International Women’s Day (IWD)yang jatuh pada tanggal 8 Maret mendatang. Diskusi ini diadakan di Kopi Wareg 3, Jl. Raya Candi VI, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang dan dihadiri oleh sejumlah peserta dari berbagai komunitas. Diah Palupi Ayuningtyas selaku Perwakilan LBH Surabaya Pos Malang dan Zhafir Galang selaku Perwakilan Lembaga Yustisi Mahasiswa Islam menjadi pembicara pada diskusi ini.
Penindasan perempuan yang kerap terjadi menggerakkan para pemuda untuk selalu gencar menyuarakan pentingnya kesadaran kesetaraan gender, salah satunya melalui kegiatan diskusi publik. Dalam diskusi tersebut disebutkan bahwa salah satu faktor tingginya angka penindasan perempuan di Indonesia adalah pola pikir mayoritas masyarakat yang patriarki, seorang laki-laki seringkali dianggap lebih superior daripada perempuan. Zhafir, Pembicara Diskusi, menjelaskan bahwa stigma masyarakat akan kewajiban seorang laki-laki dan perempuan mengakibatkan ketimpangan gender, sehingga terjadilah diskriminasi, marginalisasi, serta beban ganda terhadap perempuan baik dalam ranah privat maupun publik. Tak hanya masyarakat, pola pikir patriarki juga harus dihilangkan dari pemangku kebijakan agar peraturan perundang-undangan yang dibuat merujuk kepada kesetaraan gender. “Ketika kebijakan ada maka proses penanganan lebih mudah,” ujar Zhafir.
Lebih lanjut, adanya ketimpangan gender pun berpengaruh terhadap maraknya kekerasan seksual. Disamping adanya pola pikir patriarki, terdapat faktor lain yang menyebabkan terjadinya kekerasan seksual yaitu momentum dan lingkungan. Tak jarang lingkungan mendukung atau diam saja ketika mengetahui pelaku melakukan aksinya. Bahkan tak sedikit pula yang menyalahkan korban ketika terjadi kekerasan seksual. Bertolak pada hal tersebut, LBH Surabaya Pos Malang bermitra dengan WCC (Women Crisis Center) memfasilitasi para korban kekerasan seksual untuk mengadukan kasus yang mereka alami. Nantinya LBH Suarabaya Pos Malang dan WCC akan membantu penanganan kasus tersebut. “Apabila korban melapor ke LBH, kami terima, ditangani, tergantung nih mau jalur hukum/litigasi atau cukup non litigasi/mediasi saja,” jelas Lupi, Pembicara Diskusi sekaligus Perwakilan LBH Surabaya Pos Malang.
Adanya diskusi publik oleh Aliansi Setara diharapkan mampu mendorong para peserta yang hadir untuk memperluas penyadaran terhadap massa serta melakukan aksi-aksi nyata dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperjuangkan kesetaraan gender di zaman yang serba digital ini, seperti halnya memperbanyak konten edukasi gender serta meningkatkan crisis center dan hotline pengaduan sebagai upaya preventif. Pun dapat dilakukan upaya kuratif dengan merangkul para korban, tidak terus-menerus fokus kepada pelaku, dan fokus terhadap pemulihan psikis korban.
Penulis : Luhtitisari Lituhayu, Alfira Yushardinar
Editor: Tazkiya Lidya Alamri Pimpinan Redaksi: Trian Marfiansyah
















