Manifest, Malang, (Senin, 2/2/2022) – Pembangunan Gedung Serbaguna Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yang akan difungsikan sebagai tempat parkir sepeda motor mahasiswa dan garasi mobil dinas telah rampung digarap. Peresmian gedung ini akan dilakukan pada bulan Juni mendatang bertepatan dengan ulang tahun Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
Permasalahan lahan parkir sepeda motor yang sempit di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya serta kurangnya lahan parkir mobil dinas melatarbelakangi dibangunnya gedung serbaguna ini. “Kami menganggap pembangunan ini sangat diperlukan karena banyak mahasiswa yang mengeluh sulit untuk mendapat tempat parkir, mereka harus menata motor agar mendapat tempat dan bisa segera masuk kelas,” ungkap Dr. Aan Eko Widiarto, S.H., M.Hum., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Selain itu, kurangnya lahan parkir untuk mobil dinas pun membuat para dosen terpaksa harus memanfaatkan bahu jalan untuk memarkirkan mobil dinas mereka. “Oleh karena itu kami berpikir bagaimana cara memanfaatkan lahan yang ada untuk membangun tempat parkir yang dapat memuat banyak, sehingga solusinya ya dengan membuatnya bertingkat,” tambah Pak Aan.
Gedung serbaguna yang terdiri dari lantai dasar untuk garasi mobil dinas dan gedung dua tingkat untuk area parkir sepeda motor ini, diperkirakan cukup untuk menampung 8 mobil dan 400 sepeda motor. Adapun berbagai fasilitas tambahan seperti, toilet, ruang tunggu driver, wifi, kamera cctv, hingga vertical garden untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik dan mengurangi polusi akibat kendaraan bermotor. Fasilitas yang sudah disediakan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan para mahasiswa dalam menggunakan gedung serbaguna yang baru saja dirampungkan ini.
Lebih lanjut, Pak Aan mengungkapkan bahwa sempat terjadi kendala dalam pembangunan gedung ini. Gedung Serbaguna yang telah dibangun sejak pertengahan tahun 2019 dan diprediksi akan selesai dalam waktu 2 tahun, terpaksa mengalami penundaan dikarenakan terjadinya pandemi di Indonesia pada awal tahun 2020 lalu. Pembangunan terpaksa dihentikan untuk menjaga dan mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Bukan hanya itu, terjadinya pandemi juga berdampak pada pengadaan barang dan jasa selama proses pembangunan.
Pak Aan pun menyatakan bahwa pembangunan gedung parkir bertingkat dikhawatirkan membuat mahasiswa menjadi enggan untuk memarkirkan sepeda motornya di area ini. Namun ia berharap hal ini bukan menjadi kendala untuk para mahasiswa, bahkan justru dapat menjadi sarana untuk melatih budaya disiplin. “Kami berharap agar gedung parkir ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa khususnya Mahasiswa Fakultas Hukum, terlebih jika nanti sudah mulai luring, pasti akan lebih nyaman jika ada tempat parkir sendiri, meski harus naik turun lantai dua, semoga hal ini bisa dimaklumi dan diterima mahasiswa untuk kebaikan kita semua,” pungkas Pak Aan.
Penulis: Miranda Lailatul Fitria, Miranti Maghfiroh, Nabilah Hanifatuzzakiyah, Mochamad
Andhika Bayu Ardha, Jasmine Sarah Nabila, Raka Mafandi Wicaksono
Editor: Tazkiya Lidya Alamri
Pimpinan Redaksi: Trian Marfiansyah
















