Di era milenial ini tentunya kita harus memiliki keberanian untuk merintis usaha. Sebagai seorang insan akademis, kita harus mampu menjadi agent of change dan lebih adaptif terhadap perubahan zaman untuk menghadapi bonus demografi. Oleh karena itu, sebagai calon generasi pembawa perubahan bangsa, mahasiswa harus berani membuka lapangan pekerjaan sebagai seorang pengusaha muda. Terlebih sebagai seorang mahasiswa, tidak dipungkiri bahwa sudah saatnya dapat menghasilkan penghasilan sendiri. Terdapat banyak alasan yang melatarbelakanginya, seperti terdapat kebutuhan lain yang harus dipenuhi, ingin menambah uang saku, dan sebagainya.
Lebih lanjut, banyak cara untuk dapat menghasilkan penghasilan, lho, Temen-Temen! Salah satunya adalah dengan merintis usaha sendiri. Tentunya, untuk memulai usaha saat kuliah menjadi sebuah tantangan tersendiri. Nah, salah satu sosok yang patut kita teladani dan contoh dalam membangun usaha sendiri adalah Kak Maulana Derifato Achmad atau yang biasa dipanggil Kak Fato. Untuk kalian yang masih takut memulai merintis usaha. Yuk, simak kisah inspiratif Kak Fato!
Sebelumnya, Kak Fato merupakan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Brawijaya. Kak Fato juga mengambil Strata 1, beliau juga mengambil Diploma 3 program studi Teknologi Informasi dan menjadi Mahasiswa Berprestasi UB pada tahun 2020. Seperti yang diketahui, Kak Fato adalah pengusaha muda yang sukses merintis usaha dari awal hingga nama dan produk ciptaannya dikenal secara luas oleh masyarakat, lho! Beliau telah berhasil mendirikan sebuah perusahaan di bidang Internet of Things (IoT) yang bernama myECO Indonesia, yakni perusahaan teknologi penghemat listrik. myECO hadir guna menyelesaikan masalah pemborosan listrik untuk pengurangan tagihan listrik dengan teknologi smartphone. Wah! Keren, bukan?
Dalam memulai suatu bisnis, Kak Fato ini memiliki pandangan yang unik, lho! Beliau memiliki anggapan bahwa bisnis tidak harus dimulai dengan mengetahui potensi diri kita terlebih dahulu, tetapi bisnis dapat dimulai dengan mengobservasi masalah yang terdapat pada lingkungan di sekitar kita. Lantas dari masalah tersebut, kita bisa mencari ide yang bisa dibisniskan untuk menciptakan suatu produk atau jasa yang dapat mengatasi masalah tersebut. Dari proses pembuatan produk atau jasa itu, kita bisa menggunakan apa saja yang kita punya, seperti tenaga, modal, dan relasi. Yang terakhir adalah melakukan yang kita bisa dengan hard skill dan soft skill yang kita miliki.
Setelah kita memulai suatu bisnis, maka tujuan kita sekarang adalah bagaimana cara menjalankan bisnis kita. Ternyata, Kak Fato juga mempunyai tips tersendiri mengenai hal ini, nih! Beliau menyatakan bahwa kita sebaiknya mengerjakan apa yang kita sukai. Dengan melakukan hal yang kita sukai, kita akan merasa nyaman dalam menjalaninya walau dalam prosesnya akan ada tekanan atau masalah. Beliau pun menambahkan kalau kita harus optimis dan konsisten dalam proses yang kita lalui. Ia membeberkan trik beliau untuk melakukan konsistensinya, yaitu dengan menggunakan deliberate practice, yang bermakna memfokuskan diri pada hal yang kecil, tetapi diseriuskan. Tips ini juga berbuah baik untuk Kak Fato sendiri, lho! Dari partisipasinya dalam mengikuti sebuah lomba pada tahun 2019, kini produknya sudah tersebar luas dengan target pasar yang besar. Hebat banget, ‘kan?
Selain kiat-kiat untuk menjalankan bisnis, Kak Fato juga berbagi cara untuk melanggengkan bisnis kita, nih! Yakni terkait pemasaran dan menjaga hubungan baik dengan rekan bisnis. Untuk pemasaran, Kak Fato juga memiliki cara yang ampuh dalam memasarkan produk beliau, ialah dengan teknik pemasaran mouth to mouth. Yang berarti jika kita bisa memuaskan satu pelanggan, maka pelanggan tersebut bisa menjadi brand ambassador sendiri untuk kita dengan memberitahu testimoni mereka ke masyarakat lainnya. Yang kedua, yaitu menjaga hubungan baik dengan rekan bisnis dengan membuat MoU (Memorandum of Understanding) sehingga nantinya kesepakatan di awal akan tetap terindahkan dan profesionalitas dengan rekan bisnis tetap terjaga. Perlu diingat bersama bahwa menjalin hubungan dan komitmen dalam berbisnis itu pun merupakan hal yang penting karena dewasa ini kita sedang berada di era kolaborasi.
Selain besarnya niat dan minat kita dalam mengerjakan bisnis, karakter dari seseorang juga memiliki dampak besar dalam proses menjalani bisnis tersebut, ya! Menurut Kak Fato, menumbuhkan karakter kepemimpinan adalah hal yang penting dalam berbisnis karena di dalam setiap perusahaan akan ada yang dianggap sebagai pemimpin. Skill kepemimpinan ini bukan hanya sekadar dapat memimpin, tetapi skill kepemimpinan yang kuat juga pasti mengelola 3T (time, team, tax). Karakter selanjutnya adalah jiwa hustler. Hustler yang dimaksud adalah jiwa yang ingin tahu dan ingin paham akan seluk-beluk mengenai bisnis, seperti akuntansi, wirausaha marketing, dan lain-lain. Memiliki jiwa entrepreneur juga tak kalah penting dalam berbisnis, lho! Karakter lainnya yang harus dibangun ialah mau belajar dan tekun dalam mengerjakan karena hal-hal tersebut akan menunjang kita dalam berbinis.
Kak Fato juga menitipkan pesan kepada seluruh kawula muda bahwasanya mimpi dan target itu penting, ya, Temen-Temen! Pun begitu, sebenarnya implementasi atas mimpi dan target itulah yang jauh lebih krusial. Beliau juga berkata untuk selalu optimis dan berpikir positif. Tak lupa dengan kutipan yang beliau tuturkan atas petuah dari Mantan Perdana Menteri Inggris, yakni Margaret Thatcher: “Watch your thoughts, for they become words. Watch your words, for they become actions. Watch your actions, for they become habits. Watch your habits, for they become your character. And watch your character, for it becomes your destiny. What we think, we become.”















