Home OPINI Baik Atau Jahat, Siapa Yang Pantas Menentukan?

Baik Atau Jahat, Siapa Yang Pantas Menentukan?

129
0
SHARE

oleh Alpin Andrian Simbolon

Hei! Ini adalah cerita pertamaku perkenalkan namaku adalah Moti, aku akan membawa pikiran kalian untuk memikirkan kembali apa yang kalian pikirkan. Aku adalah seorang yang lahir dari keluarga biasa saja ya nampak seperti rakyat lain pada umumnya tidak lahir di keluarga kaya, namun tidak lahir juga di keluarga miskin. Mungkin orang lain menilaiku pemikiranku terlalu kritis layaknya. Tidak layak seperti siapapun si… ya karena aku adalah aku.

Sewaktu aku duduk dibangku sekolah guruku selalu mengajarkanku mengenai apa hal yang baik dan apa hal yang buruk, namun pada waktu itu aku tidak berpikir seperti sekarang, mungkin kalau waktu dapat ku putar aku akan menentang guruku sendiri “Hei siapa kau yang berani menyimpulkan mengenai hal yang baik dan hal yang buruk, mengenai apa yang pantas dilakukan dan apa yang tidak pantas dilakukan?” dan kalau itu terjadi mungkin aku sudah dikeluarkan dari sekolah hahaha…

Aku selalu berpikir mengapa seorang yang mendidik  kita hanya menunjukan hal yang baik saja kepada kita, dan tidak menunjukan hal yang buruk di depan anak-anaknya, apa mereka ingin terlihat keren? Apa mereka ingin anaknya selalu meniru contoh yang baik? Bukankah itu merupakan kekeliruan dalam berpikir? Bagiku melakukan hal yang baik tanpa mengetahui hal yang buruk.

Sewaktu aku duduk dibangku sekolah aku di cap di hadapan guru sebagai murid yang nakal karena sering bertengkar, namun ada pula kawanku yang di cap sebagai anak pintar karena selalu mendapatkan nilai bagus, namun yang tidak diketahui guruku ini adalah kawanku ini mendapatkan nilai bagus karena melakukan kecurangan yaitu mencontek, bukankah seharusnya dia juga mendapatkan predikat nakal sama sepertiku?

Jika hal ini kita refleksikan dalam kehidupan kita sekarang sebenarnya ada 2 tipe orang jahat. Yaitu yang pertama adalah seorang jahat yang kejahatannya terlihat di depan umum, dan orang jahat yang kejahatannya tidak dilihat didepan umum bahkan dia mendapatkan apresiasi dari hasil yang ia dapat dari kejahatannya. Contohnya mungkin seperti kasus yang saya tunjukan ketika saya dibangku sekolah, mungkin bagi kami para siswa hal yang dilakukan tukang contek ini adalah hal yang jahat meraih hasil yang baik dengan cara yang jahat, akan tetapi mari kita lihat kemungkinan terburuk yang  dialami sang tukang contek ini, mungkin ia sebenarnya tidak ingin melakukan kejahatan itu (mencontek) ia melakukan kejahatan itu karena orangtuanya yang terus memaksakan kehendaknya mereka agar anaknya menjadi anak yang pintar, berprestasi dan bisa dibanggakan sehingga anak ini merasa tertekan dan terpaksa melakukan hal tersebut demi membuat senyum di muka orang tuanya. Sama halnya dengan koruptor, mungkin sebenarnya para koruptor tidak ingin melakukan praktik korupsi, namun karena tuntutan kehidupan permintaan istri ia memaksakan diri mengakali segala cara agar apa yang diinginkan istrinya maupun keluarganya dapat terwujud dan mendapatkan senyum dari orang yang paling ia cintai. So stop judging a bad person is bad, maybe he must use a bad way to got a happiness.

Hey mungkin semasa kalian dibangku sekolah kalian selalu diajarkan tentang tokoh-tokoh pahlawan, seperti pahlawan-pahlawan daerah yang mempertahankan daerah nya dan berjuang untuk mengusir para penjajah, dan kalian selalu menganggap para pahlawan itu tokoh protagonis kemerdekaan negara kita dan penjajah adalah tokoh penjajah adalah tokoh antagonis dalam kemerdekaan kita, bagiku penjajah khususnya belanda adalah tokoh protagonist dalam ceritaku, karena mungkin kalian tidak akan memikirkan sejauh ini hehe… pemikiranku memang agak rumit dimengerti.

Penjajah datang ke benua asia pada dasarnya memiliki 3 misi Gold, Glory, Gospel tahukah kalian mengapa para bangsa eropa melakukan penjajahan ke wilayah asia? Apakah karena mereka haus akan daerah kekuasaan? Apakah karena hanya mereka hanya ingin mencari kekayaan? Atau mungkin mereka memiliki tujuan lain, penyebab utama misi 3G dilakukan adalah karena jatuhnya konstantinopel ke tangan Teuku Usmani yaitu seorang tokoh islam yang berhasil mendapatkan kota yang sangat strategis untuk melakukan penyebaran agamanya, dan pada kenyataannya Teuku Usmani berhasil membuat wilayah Turki yang notabene nya berada di wilayah Eropa… ya tidak semua wilayah turki adalah wilayah eropa sih, tetapi ia berhasil membuat turki menjadi negara yang mayoritas islam. Keren bukan tindakan teuku usmani ini untuk memenangkan konstantinopel, sedangkan konstantinopel adalah pusat perdagangan yang sangat strategis pada waktu itu sehingga mereka dapat menyebarkan lagi agama islam melalui perdagangan yang berada di pelabuhan konstantinopel, oleh karena itu bangsa eropa merasa bahwa mereka mengalami kekalahan telak… mengapa? Karena bangsa eropa mayoritas beragama Kristen, karena itu Gerakan 3G dilakukan melalui mandat Paus Alexander VI. Yang menyebabkan agama Kristen dapat masuk ke dalam benua asia.

Kembali lagi dalam penjajahan Belanda pada saat itu, mungkin kalian benar “Kan mereka melakukan penjajahan dengan cara yang kejam, mereka merampas kekayaan bumi kita?” namun tahukah kalian bahwa Belanda jugalah yang pertama kali menyatukan Indonesia, dengan cara memberikan wilayah kita sebuah nama Hindia Belanda. Bahkan mungkin Indonesia tidak akan menjadi negara kepulauan tanpa adanya penyatuan wilayah kekuasaan pada masa kolonialisme.

Tanpa kita sadari kita hanya sibuk menghujat kejahatan lama para kolonialisme yang melakukan kejahatan kemanusiaan pada negara kita dan melupakan kebaikan yang mereka lakukan terhadap negeri yang kita cintai ini. Sama halnya seperti yang Suharto lakukan.

Lalu mungkin kalian akan bertanya, “Loh mengapa tidak ada konklusi dalam cerita ini.” Karena konklusinya berada di kalian yang membaca tulisanku ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here