Radela Hafidhotul Ilma
Malam ini adalah purnama yang kesekian kalinya
Pendarnya masih sama
Begitu juga dengan rasaku
Sebutir rasa yang tak sengaja kujatuhkan
Dan yang tak kutau
Kian tumbuh tak terhingga
Bersama dengan kebimbangan
Risau hati yang mulai merisak
Karena logika yang mulai bernostalgia
Memori yang terlukis kala bola mata menerawang jauh tak terbatas
Bergantian datang rasa bungah juga gundah
Memenungkan apa yang akan terjadi
Otakku bergelut
Haruskah ku biarkan bersemi
Dan mungkin luka lama akan terbuka kembali
Atau haruskah ku habisi
Meski hampa akan menanti
Kegamangan ini benar-benar menyerangku
Biar aku menutup mataku sejenak
Membiarkan angin menggelitik
Membelai pelan rambutku
Melalui aksara yang kutulis
Biarlah rasa ini mekar dan bersemi
Mohon tuan, jangan kau koyakkan














