ManifesT, Jakarta Timur, (Kamis, 03/02/2022) – Harga minyak goreng tercatat mengalami peningkatan hingga hampir 10% dari harga semula. Dua liter minyak dengan harga awal Rp28.000,00 naik menjadi Rp39.000,00 dan untuk 1 liter minyak dengan harga awal Rp15.000,00 naik menjadi Rp20.000,00 sampai Rp21.000,00. Menanggapi hal ini pemerintah melalui Mendag (Menteri Perdagangan) memberlakukan kebijakan harga minyak goreng dengan nominal Rp14.000,00 per liter guna meringankan tanggungan masyarakat kurang mampu. Namun sayangnya, menurut pedagang-pedagang kecil bantuan yang diberikan pemerintah kurang efektif karena penyebarannya yang masih sangat terbatas.
Menurut wawancara yang telah dilakukan kepada sebagian pedagang di daerah Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, kenaikan harga minyak goreng ini sangat berpengaruh terhadap modal awal yang harus mereka keluarkan. Pedagang Gorengan di daerah Malaka Jaya mengatakan bahwa kenaikan harga minyak membuat modal yang harus dikeluarkan ikut naik, yang awalnya hanya sebesar Rp400.000,00 per hari naik menjadi Rp500.000,00 per hari.
Terkait langkah pemerintah dalam memberikan bantuan berupa pemberlakuan kebijakan harga minyak goreng dengan nominal Rp14.000,00 per liter pun ditanggapi oleh para pedagang di daerah Malaka Jaya. Menurut Pedagang Maklor (Makaroni Telur), bantuan subsidi yang diberikan pemerintah ini kurang menyentuh kalangan pedagang kaki lima dan warung-warung kecil. Kebijakan ini hanya berlaku di minimarket tertentu seperti Alfamart danIndomaret. Bagi Pedagang Maklor yang membeli minyak secara harian, hal ini kurang menguntungkan karena mereka harus ikut berebut minyak goreng dengan ibu rumah tangga untuk mendapatkan harga murah.
Pedagang Gorengan di daerah ini juga mengatakan demikian, menurutnya dalam pembelian minyak goreng di minimarket pun terkadang tidak bisa hanya dengan membeli minyak goreng saja, tetapi harus membeli barang lain yang dipaketkan agar dapat membeli minyak goreng dengan harga yang lebih murah. Seringkali pedagang gorengan lebih memilih untuk membeli minyak goreng di warung, karena jika dibandingkan harganya akan sama saja.
Menanggapi kenaikan harga minyak goreng dan kurang meratanya bantuan yang diberikan oleh pemerintah, para pedagang di daerah Malaka Jaya berharap agar pemerintah bisa cepat menemukan alternatif penyelesaian yang dapat menguntungkan semua pihak. Walaupun hasil penjualan yang diperoleh masih bisa menutup modal pembelian minyak dengan harga tinggi, namun kembalinya harga minyak seperti semula masih sangat didambakan oleh para pedagang.
Penulis: Alfian Akbareldi, Fanesa Permata Dewi, Gabrieli Gloria Rumondor, Iqrimah
Editor: Tazkiya Lidya Alamri
Pimpinan Redaksi: Trian Marfiansyah
















