Horor merupakan salah satu genre film yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Manoj Punjabi, sang CEO dan pendiri MD Picture mengatakan bahwa masyarakat tanah air terobsesi dengan genre film ini. Terbukti dari daftar putar bioskop yang didominasi film horor dari waktu ke waktu, bahkan rekor film Indonesia terlaris sepanjang masa dipegang oleh “KKN di Desa Penari” yang meraih sebanyak 10,1 juta penonton. Menurut Manoj, genre horor sangat mudah dirasakan dan dipahami oleh masyarakat Indonesia. Kebanyakan warga negara Indonesia meyakini hal-hal mistis seperti ini. Sulit mendapatkan perhatian penonton di Indonesia ketika mencoba menayangkan film aksi (Arif Budiman, 2023).
Akhir-akhir ini film horor bertema religi menjadi topik perbincangan panas di sosial media. Kebanyakan film horor dinilai terlalu menggunakan unsur agama sebagai sumber ketakutan untuk menghadirkan suasana yang mencekam. Penggunaan unsur-unsur keagamaan dalam film horor seperti ibadah, dunia pesantren, waktu sakral, bahkan kain kafan dan simbol-simbol agama lainnya muncul berulang-ulang dan membentuk inti dari cerita secara keseluruhan. Selain itu, media poster juga menggunakan simbol agama sebagai strategi pemasaran untuk menarik perhatian penonton dengan menghadirkan konten yang mengerikan. Hal ini menimbulkan keprihatinan yang besar di kalangan masyarakat. Mereka menganggap penggunaan elemen agama dengan tidak semestinya justru berpotensi mengakibatkan efek negatif yang signifikan.
Film “Kiblat” menjadi salah satu contohnya. Film ini menerima banyak kritikan pedas dari kalangan sineas, warganet, dan tokoh agama setelah merilis poster filmnya. Poster itu menunjukkan orang yang sedang rukuk dengan mukena, tampak seperti sedang mengalami kesurupan. Pada poster tersebut, terlihat ekspresi wajah perempuan yang sedang melihat ke atas dan terlihat kesakitan, tidak menundukkan kepala seperti saat sedang melakukan rukuk. Khalayak luas menganggap bahwa hal ini tidak mencerminkan makna yang sesungguhnya dari judul yang mengusung kata “Kiblat”.
Ketua MUI Bidang Dakwah, Cholil Nafis, menanggapi terkait hal ini melalui postingan di akun Instagramnya. Menurut pandangannya, film ini sebenarnya merupakan kampanye hitam yang menggunakan agama sebagai alat untuk menarik perhatian penonton. Tidak hanya itu, seorang akademisi di Universitas Muhammadiyah Surabaya, M.Febrianto Firman Wijaya, juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap film horor yang mulai bertentangan langsung dengan elemen agama, terutama Islam. Ia menyatakan bahwa film horor dengan genre Islam sering kali menampilkan representasi yang tidak benar tentang Islam dan prinsip-prinsipnya. Ini bisa menimbulkan kebingungan dan kesalahan penafsiran, terutama bagi penonton yang kurang akrab dengan agama Islam, dan bisa berdampak buruk secara psikologis terutama bagi anak-anak dan remaja. Seseorang dapat mengalami gangguan tidur, rasa khawatir yang berlebihan, dan rasa takut melakukan ibadah.
Polemik mengenai isu eksploitasi simbol agama dalam genre film horor sangat penting bagi para pembuat film dan industri untuk menjadi catatan dalam membuat karya-karya yang akan dinikmati oleh masyarakat luas. Penyalahgunaan berlebihan terhadap unsur agama dapat mengganggu hubungan antara masyarakat dengan keyakinan agama mereka, serta meningkatkan stereotip negatif terhadap agama itu sendiri. Sangat diperlukan bagi dunia perfilman untuk mempertimbangkan pendekatan kreatif yang melibatkan agama sebagai bagian yang signifikan dalam ceritanya dengan tetap menjaga integritas moral dan prinsip-prinsip etika. Hal ini dapat dilakukan dengan berunding bersama pakar keagamaan, psikolog, dan pihak yang terlibat lainnya untuk menetapkan pembatasan yang sesuai mengenai penggambaran agama dalam film horor.
Oleh : Fattasya Maharani (Manifestor 23)
Daftar Pustaka :
CNN Indonesia. “Deret Kontroversi Film Kiblat: Poster hingga Teguran MUI”. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20240325174340-220-1078834/deret-kontroversi-film-kiblat-poster-hingga-teguran-mui. Diakses pada 21 April 2024.
BBC News Indonesia. “Kontroversi film Kiblat: Produser minta maaf, janji ganti poster dan judul”. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c720x1n4l39o. Diakses pada 21 April 2024.
CNN Indonesia. “KKN di Desa Penari Jadi Film Indonesia Pertama Tembus”.https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20230109070655-220-897722/kkn-di-desa-penari-jadi-film-indonesia-pertama-tembus-10-juta-penonton. Diakses pada 21 April 2024.

















