Oleh : Pramahita Nandan
Kau tahu?
Apa yang dikatakan rembulan
Ketika malam berselimut dingin?
Seperti tak pernah jumpa dengan gelap
Seolah saja cahaya adanya
Tak biasakah segelap ini?
Mungkin aku merindukan cahaya
Tapi gelap mengatakan padaku
Takkah aku merindu padanya
Berangin sepoi melahan didinding keramik
Hanya saja bintang mengepung
Titikan yang aku rindukan ketika malam
Bintang! Aku ingin cahaya!
Takkah ia mendengar
Tutup langkah demi langkah
Berandai dan menutupnyaIni belum jauh
Tapi perlukah diri jauhkan langkah?
Untuk apa jika kata ‘tidak’ akan menghadirinya?
Maka ‘cukup’ saja















