Karya: Gabriel Nathanael
Mulut pria tersebut berteriak
Nyaring diiringi hentak-hentak
Pidato sang pria membakar semangat
Para pemuda intelektual mendukungnya
Baris-berbaris rapi menyuarakan aspirasi rakyat
Tak gentar meski gas air mata disembur sekuat-kuatnya
Bermodal pengalaman dan ijazah kuliah
Beberapa dari mereka mencari dukungan
Sebagai kunci untuk memasuki kekuasaan
Sebagai bentuk negarawan yang gerah
Mereka berupaya memberantas korupsi birokrasi
Apa daya terhasut ilusi kekayaan serta kekuasaan
Beberapa menjadi ketagihan bermain situasi
Sebagian pasif mengikuti keadaan
Hanya satu yang setia berjuang dari pengaruh ilusi
Dari luar kantor terlihat kumpulan massa
Mereka berjaket sama dengan para pendahulunya yang berada di kantor
Dengan lantang menyuarakan asa bangsa
Tidak berhenti dan waspada akan provokator
Mengawal isu-isu yang telah menjadi kotor
Demonstrasi konsisten dilakukan untuk menegur tetua
Hanya untuk memprotes diri mereka yang telah menua















