Home TAJUK Kota Peraih Adipura Tergenang Banjir Musiman

Kota Peraih Adipura Tergenang Banjir Musiman

494
0
SHARE

Bencana banjir merupakan sebuah peristiwa yang sering melanda kota-kota besar di Indonesia, terutama pada saat kondisi musim hujan. Seperti pada musim hujan di awal tahun 2024 ini yang mana banyak kota-kota besar di Indonesia yang sedang atau telah dilanda banjir.  

Misalnya seperti di kota Malang, Jawa Timur yang mana banjir masih menjadi persoalan yang belum bisa terselesaikan sampai saat ini. Padahal, secara geografis, kota Malang merupakan kota yang terletak di dataran tinggi yang sekitarnya dikelilingi oleh beberapa gunung, antara lain Gunung Anjasmoro, Gunung Arjuno, Gunung Bromo, Gunung Welirang, dan Gunung Kawi. Namun tetap saja sejumlah titik di wilayah kota Malang kerap terendam banjir ketika hujan deras mengguyur. Melansir dari detikJatim,  beberapa titik lokasi sempat terendam banjir ketika hujan deras mengguyur kota Malang pada Jumat (22/04), yaitu mulai dari kawasan simpang tiga Ciliwung, Jalan Kedawung, Jalan Soekarno Hatta, hingga Jalan Galunggung.  

Terdapat beberapa penyebab mengapa peristiwa banjir sering melanda kota Malang. Pertama, terkait dengan bencana iklim. Secara global, bencana iklim mengakibatkan berbagai masalah turunan yang salah satunya adalah ketidakpastian iklim. Fluktuasi curah hujan di atas menggambarkan ketidakpastian itu. Di waktu-waktu tertentu, hujan bisa datang dengan tiba-tiba dan intensitas curahan yang tinggi. Pada waktu yang lain, intensitasnya bisa menurun secara signifikan.  

Kedua, terkait dengan upaya Pemerintah Kota Malang (Pemkot Malang) dalam menanggapi permasalahan banjir ini. Kebijakan Pemerintah Kota Malang yang diambil untuk ini tidak benar-benar menyelesaikan masalah. Dalam hal ini, yang penting untuk ditinjau adalah mengenai upaya Pemerintah Kota Malang. Karena jika kita membahas mengenai permasalahan secara global, maka hal tersebut merupakan bahasan yang sangat panjang dan kompleks.  

Pada tahun 2024 ini juga, dilansir dari situs resmi Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Malang, sebenarnya Kota Malang baru saja meraih Gelar Adipura untuk kategori kota besar. Penganugerahan bergengsi ini diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Alue Dohong didampingi Direktur Jenderal PSLB3 Rosa Vivien Ratnawati kepada Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, ST, MM di Jakarta Pusat.  

Kota Malang dinilai berkomitmen dalam bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), kondisi operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) serta inovasi yang dilakukan daerah dalam mewujudkan kota bersih, teduh dan berkelanjutan. Akan tetapi, penganugerahan ini menimbulkan ironi karena di saat yang bersamaan kondisi di Kota Malang seringkali terjadi banjir.  

Sebenarnya Pemerintah Kota Malang sendiri tidak tinggal diam atas maraknya banjir di wilayah Kota Malang sekarang ini karena nyatanya Pemkot Malang telah mengajukan anggaran senilai Rp50 Miliar ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Langkah ini sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan banjir yang selama ini kerap melanda kawasan yang ada di wilayah Kota Malang.  

Namun, dalam pelaksanaannya sering kali tidak sesuai harapan masyarakat, dimana pada saat upaya penanggulangan itu dilaksanakan, secara bersamaan pula problem banjir di Kota Malang kian intens bahkan meluas hingga ke seluruh wilayah kecamatan. Bahkan, merujuk pada temuan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, per 2 April 2024 dilaporkan masih terjadi banjir di 5 kecamatan Kota Malang dengan ketinggian muka air banjir 10-50 cm. Adapun upaya yang masih bisa dilakukan pemerintah untuk mencegah korban yang terdampak dari banjir, yakni melakukan RHA dan pendataan warga terdampak; melakukan koordinasi lintas sektor untuk upaya pelayanan kesehatan; melakukan edukasi terhadap masyarakat terdampak untuk melakukan kewaspadaan; memberikan himbauan kepada masyarakat apabila mengalami permasalahan kesehatan segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat; tim nakes dari puskesmas setempat melakukan pelayanan kesehatan secara mobile. Selain itu, diperlukan juga upaya untuk membuat daerah banyak resapan, penanaman pohon, dan pengelolaan sumber daya air juga hal yang diperlukan pemerintah. Kemudian, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan juga harus turut dibangun secara masif, sehingga masyarakat dapat memiliki inisiatif untuk menjaga lingkungan hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here