Oleh: Marvella Nursyah Putri (Angkatan 2021)
Pada tanggal 14 Maret 2020 Presiden Republik Indonesia menetapkan status pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional, adanya status baru ini menandakan betapa bahayanya pandemi bagi sebuah bangsa. Bahaya pandemi dianggap sebagai musuh bersama yang harus segera diperangi karena keberadaannya yang mengancam kehidupan orang banyak. Virus Covid-19 sebagai musuh yang kita hadapi saat ini telah menghancurkan setiap sendi-sendi kehidupan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berbagai macam sektor kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan dan keagamaan terancam kestabilannya. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, sebagai negara yang besar dan memiliki jumlah populasi warga masyarakat yang banyak, Indonesia berperan untuk mengakhiri pandemi Covid-19 di dunia. Dengan adanya tugas tersebut, negeri ini membutuhkan banyak pahlawan kemanusiaan yang bisa menaklukkan virus Covid-19 dan membereskan setiap kekacauan yang telah diperbuat oleh virus tersebut. Namun pertanyaaannya, siapakah pahlawan kemanusiaan yang dapat menaklukan virus Covid-19 itu?
Dengan adanya pandemi, pahlawan tidak lagi identik dengan mengangkat senjata atau menggunakan baju perang, pahlawan tidak lagi dikaitkan dengan pertumpahan darah dan melawan penjajah. Momen pandemi bisa menjadikan kita semua sebagai pahlawan, semua yang menjalani imbauan pemerintah untuk menaati protokol kesehatan adalah pahlawan. Pemerintah telah menetapkan aturan protokol kesehatan yang terdiri dari menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan atau biasa disingkat dengan 3M untuk menanggulangi ancaman virus Covid-19. Demi mendapatkan keadaan yang aman seperti sebelum pandemi datang, seluruh warga negara Indonesia harus bahu- membahu melawan serangan virus ini dengan bekerja sama mematuhi protokol kesehatan. Tidak perlu terikat dengan suatu profesi tertentu, siapapun bisa berkontribusi. Tenaga kesehatan yang berjuang di rumah sakit, aparat keamanan yang menertibkan
kerumunan, pedagang di pasar yang menjual bahan makanan, serta karyawan dan pelajar yang mengerjakan kewajibannya dari rumah, mereka semua dapat menjadi pahlawan.
Selain itu, mudahnya menjadi pahlawan kemanusiaan di tengah pandemi juga dapat dilakukan dengan melindungi diri dan sekitar dengan vaksinasi serta menggunakan masker, memberikan bantuan kepada warga yang sedang kesusahan akibat dampak pandemi, dan mengorbankan keegoisan untuk berkumpul serta berkerumun. Akan tetapi, agar kegiatan tersebut lebih efektif dan menunjukan hasil yang signifikan, aksi-aksi tersebut tidak bisa dilakukan secara sendirian. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara kolektif dengan pola yang konsisten. Semua masyarakat Indonesia harus berkomitmen untuk terus menjaga protokol kesehatan hingga pemerintah menetapkan bahwa negeri ini telah merdeka dari serangan virus Covid-19. Jangan sampai kita cepat puas dengan berkurangnya kasus positif Covid di Indonesia. Lonjakkan kasus bisa saja terjadi sewaktu-waktu jika kita lengah dan terbuai dengan rendahnya angka tersebut.
Berdasarkan update terakhir (3/11/2021) dalam website covid.go.id kasus positif Covid di Indonesia telah mencapai 4.246.174 dengan pasien sembuh sebanyak 4.091.101 dan pasien meninggal sebanyak 143.481, hal ini menunjukkan suatu kemajuan serta hasil yang baik dari komitmen bangsa Indonesia untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Tidak salah jika kita bangga dengan prestasi tersebut, tetapi kita tetap tidak boleh lengah dalam mengawal tertibnya pelaksanaan protokol kesehatan. Pengendalian harus tetap dilakukan, semangat kita untuk menjadi pahlawan di tengah pandemi juga harus terus terjaga. Keadaan yang sudah mulai membaik tidak boleh membuat kita terlena dan melupakan bahwa musuh kita, virus Covid-19 masih hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Mungkin pandemi telah mengubah kehidupan sebagian besar masyarakat, mungkin sebagian dari kita juga sudah muak dan merindukan masa-masa sebelum virus ini melanda. Tentunya kita mempunyai impian dan tujuan yang sama, yaitu dapat hidup tenang tanpa harus takut terkena ancaman virus Covid-19. Namun, hanya makhluk yang mampu beradaptasilah yang dapat bertahan hidup di dunia ini. Oleh karena itu, setiap aksi kita dalam menerapkan protokol kesehatan sangatlah berarti. Pahlawan yang dibutuhkan
saat ini adalah mereka yang mampu menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas dan perannya masing-masing. Bangsa kita adalah bangsa yang tangguh. Jika dahulu nenek moyang kita pernah bangkit bersama-sama mengusir penjajah, sekarang saatnya kita mengerahkan solidaritas untuk bersama melawan virus Covid-19.














