Home Berita Konstruksi Tak Kunjung Usai, Parkiran Liar FH UB Membludak

Konstruksi Tak Kunjung Usai, Parkiran Liar FH UB Membludak

332
0
SHARE
(Sejumlah kendaraan roda dua yang terparkir secara acak di lingkungan Fakultas Hukum)

Malang, ManifesT- Musim semester genap, diawali dengan fenomena parkir liar yang tiba-tiba muncul di depan proyek pembangunan, atau lebih tepatnya di area samping gedung C Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Area tersebut saat ini banyak digunakan sebagai tempat parkir oleh banyak mahasiswa khususnya mahasiswa FH UB. 

Area samping gedung C yang merupakan posisi strategis karena dekat dengan gedung kuliah tentu menjadi sasaran para mahasiswa untuk dijadikan tempat parkir. Meskipun area ini sangat dekat dengan area proyek pembangunan di Gedung C FH UB, bukan menjadi halangan bagi para mahasiswa untuk memarkir motor mereka saat berkuliah dan beraktivitas di kampus. Mahasiswa FH UB sendiri menyampaikan pendapatnya perihal fenomena ini.

“Saya sering juga parkir di depan proyek, dan terpaksa juga sih saking rame nya di tempat lain, toh ngga dibatesin ataupun dilarang juga,” ucap Daniel, salah satu mahasiswa FH UB.

Fikri, mahasiswa FH UB yang juga memarkirkan kendaraan bermotornya di kawasan proyek mengakui jika dirinya telah melakukan hal tersebut sejak bulan Oktober tahun 2024 silam. Dirinya beralasan jika hal itu dilakukan karena tidak kondusifnya keadaan lahan parkir di gedung serbaguna FH UB saat siang hari.

“Sebenarnya kalo di area depan proyek, Saya mulai parkir di semester 3. Di sekitar bulan Oktober ke November gitu jadi sebenarnya sudah cukup lama. Sebelumnya saya biasanya parkir di gedung serbaguna, atau di FIB karena kendalanya di FH cepet penuh bahkan di sekitar jam 10 biasanya sudah penuh dan tidak kondusif juga karena kadang ada yang parkir ngalangin jalan, sampe parkirnya di tengah-tengah jalan keluar, kan itu crowded banget, dan saya takut motor saya kenapa-kenapa. Nah kebetulan karena saya ngeliat banyak yang parkir di situ (depan proyek gedung C) jadi saya ikutan juga buat parkir di situ,” ujar Fikri, Mahasiswa FH UB.

Krisis lahan parkir sudah bukan sebuah masalah baru lagi dan terus menjadi polemik di Kampus Universitas Brawijaya. Hal ini dikarenakan sangat terbatasnya lahan parkir yang bisa ditempati mahasiswa. Fenomena ini berbanding terbalik dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 62 ribu lebih hanya untuk mahasiswa S1 nya. Ditambah, tiap tahun penerimaan mahasiswa baru kian bertambah dan tidak diimbangi dengan kebijakan yang solutif seperti memperbanyak lahan parkir di tiap fakultas seperti membuat gedung bertingkat. 

Hal ini kemudian diperparah dengan adanya proses pembangunan dan renovasi di FHUB, salah satunya pembangunan ulang gedung sekretariat lembaga kemahasiswaan, sehingga lahan parkir yang semula terdapat di depan gedung sekretariat menjadi tak lagi dapat dipergunakan karena dipenuhi dengan material.

Pihak fakultas sendiri hingga sampai saat ini belum mengambil sikap yang tegas untuk mengatasi permasalahan parkiran tersebut. Meskipun telah memasang banner besar bertulis ‘Dilarang Parkir disini’ namun larangan ini seperti tampak tidak di hiraukan mahasiswa. Salah satu mahasiswa yang pernah memarkirkan kendaraan bermotornya mengaku hanya mendapatkan teguran lisan dari petugas keamanan yang berada di dekat lahan parkir, tanpa adanya pemberian sanksi atau penindakan yang berarti.

Fikri, narasumber kami bercerita tentang pengalamannya kala ditegur oleh petugas penjaga yang ia temui saat akan pergi dari tempat parkir. 

“Kemarin sebenarnya saat saya ngeluarin motor, ada satpam yang tiba-tiba bantuin saya. Saya kira ngebantu doang, tapi ternyata pas saya naik motor, saya ditegur satpam ‘mas besok besok jangan parkir disini lagi ya, soalnya disini memang bukan lahan parkir.’ icap satpamnya. Jadi sebenarnya itu tinggal nunggu waktu si buat tempat parkir nya dibubarin. Cuman ya kan sekarang masih ada lagi ya yang parkir di situ, jadi itu teguran yang seketemunya satpam aja kan jadi ya tidak efektif, dan kesannya tidak ada upaya serius gitu untuk mengatasi masalah dan ada pembiaran gitu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fikri merekomendasikan solusi jangka pendek berupa legalisasi lahan parkir ilegal tersebut, sehingga dapa diatur dan dibatasi jumlah barisan motornya agar lebih rapi, sementara itu untuk solusi jangka panjang, pihak fakultas dapat menambah lahan parkir entah dengan membuat tempat khusus atau menambah lantai di gedung parkir saat ini.  

“Solusi ya pasti harusnya bikin gedung parkir kan atau upgrade gedung parkir yang di fh jadi 3 lantai, itu kalo bicara solusi ya. Tapi kalo untuk solusi jangka pendek ya mungkin parkir ilegal nya jadi diperbolehkan aja ya yang di depan proyek tapi diatur jarak amannya berapa, itu kan dulu cuma sebaris, nambah 2 baris, dan sekarang jadi 3 baris, bahkan sampe jalannya ketutup. Jadi baiknya dibatasin aja misalkan maksimal 2 baris motor yaudah nggak apa-apa,” saran Fikri

Penulis : Satria Hidayatullah

Editor : Zuchaira Pratiwi Tahir

Pimpinan Redaksi : Raynaldy Aulia Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here