Pemungutan Suara yang menjadi acara puncak dari Rangkaian proses Pemilihan Umum Serentak 2024 digelar pada Rabu (14/02). Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemungutan suara kali ini akan diikuti oleh 204.807.222 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024. Dari angka tersebut, 46.800.161 pemilih atau 22,85% diantaranya berasal dari generasi Z, yang mana merujuk pada pemilih kelahiran tahun 1997 hingga 2007. Dengan usia yang cukup muda, yakni 17 hingga 27 tahun, banyak di antara pemilih generasi Z merupakan first voter atau pemilih pemula yang memberikan suaranya untuk pertama kali seumur hidupnya.
Salah satunya ialah Labbyta (20) yang melakukan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 22 Lowokwaru, Malang. Sebagai first voter ia merasa antusias saat melakukan pemungutan suara. Meskipun demikian, dirinya tidak merasa kesulitan karena adanya arahan dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) selama proses pemungutan suara.
“Deg-degan karena ini pertama kali mengikuti pemilu. Tapi setelah dijalankan, sama mas-masnya udah diarahin. Terus di setiap kota suara juga udah ada mas-masnya buat ngarahin,” ujar Labbyta.
Kesan serupa juga dirasakan oleh Cahyanisa Srikandi (18) yang melakukan pemilihan di TPS 45 Lowokwaru. Ia sebagai first voter merasa bersemangat mengikuti pemilu, terutama karena keadaan demokrasi di Indonesia yang menurutnya miris. Ia juga mengaku sebelum melakukan pemilihan dirinya sudah melakukan riset terhadap para pasangan calon (paslon), terutama untuk mencari paslon yang memiliki kecocokan visi-misi dengannya.
“Riset sudah pasti tapi tidak pernah ikut kampanye. Aku cari yang visi misi nya cocok sama aku, terus bagaimana paslon berinteraksi dengan rakyat,” jelas wanita yang kerap disapa Nonik itu.
Lebih lanjut, Nonik juga menyoroti terjadinya maladministrasi saat proses pemungutan suara. Dirinya pun berharap agar maladministrasi dan berbagai dugaan kecurangan yang terjadi selama proses Pemilu 2024 dapat dihentikan.
“Aku lihat di media sosial itu kan banyak maladministrasi dari DPT, TPS tidak sesuai sama aslinya, jadi harapannya semoga maladministrasi dan kecurangan di pemilu bisa dihentikan,” Nonik melanjutkan.
Berbeda lagi dengan pendapat seorang pemilih lain bernama Gonzaga Abdes yang sudah memilih kedua kali. Menurutnya pengalaman kedua ini menarik karena dapat ikut meramaikan kontestasi politik untuk kedua kalinya. Ia memiliki pandangan bahwasanya para first voter yang melakukan golput tidak etis.
“Menurut saya golput bukan hal yang wajar, tidak etis karena seperti yang tadi dibilang apa yang kita pilih pada hari ini dan siapapun yang jadi presidennya itu sangat berpengaruh untuk Indonesia 5 tahun kedepan dan untuk teman-teman mereka terutama mahasiswa. Oleh karena itu, bagi saya pribadi siapapun pilihan anda walaupun tidak evidence untuk mendukung salah satu paslon tapi kamu harus tetap mendukung pilihanmu. Setidaknya make a choice.” ujar Gonzaga saat ditemui di TPS 45.
Para first voter pun sadar seberapa kuat pengaruh akan adanya pemilu di tahun ini. Seperti yang diungkapkan Zair, seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang menghadiri TPS 22 untuk mencoblos pilihannya.
“Untuk pemilu tahun ini sangat berpengaruh mas. Mungkin sebagian orang kurang aware dan peduli ya, banyak yang anggap mencoblos ataupun tidak hidup kita gini gini aja, padahal politik sangat luas banget dampaknya. Bahkan dari tukang becak hingga kalangan petinggi akan merasakan dampak dari kebijakan-kebijakannya. Maka dari itu selama masa kampanye saya mencoba untuk menyuarakan kebenaran, bukan untuk memprovokasi tetapi memberikan pandangan saya berdasarkan analisis, argumentasi dan riset.” jelas Zair.
Besarnya antusiasme first voter pada pemilu tahun ini membuktikan bahwa tidak semua kalangan muda apatis terhadap demokrasi, apalagi beberapa di antaranya bahkan ikut bersuara dan melakukan riset terlebih dahulu sebelum menjatuhkan pilihan kepada salah satu calon.
Penulis: Alvin dan Riza
Editor: Raynaldy Aulia Mahendra
Pimpinan Redaksi: Marvella Nursyah Putri
















