
Malang, ManifesT-Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menggelar rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Kamis (15/08). Agenda yang digelar usai tiga hari pelaksanaan RAJA Brawijaya itu diikuti oleh 504 mahasiswa baru (maba). Melalui agenda ini nantinya mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan kehidupan kampus FH UB, baik dari sisi akademik maupun dari sisi kehidupan sebagai mahasiswa.
Pelaksanaan PKKMB FH UB pada tahun ini mengangkat inklusivitas dan sinergitas sebagai tema utama yang akan dihighlight.
“Inklusivitas dan sinergitas untuk menghasilkan mahasiswa hukum yang lebih adaptif dengan lingkungan sekitar sehingga bisa menghasilkan solusi yang baik untuk segala perbedaan, baik disabilitas, agama, suku, dan daerah,” ujar Theresia Nicita Angellyca Siringoringo atau yang akrab dipanggil Niki selaku Ketua Pelaksana PKKMB FH UB 2024.
Lebih lanjut, Niki mengungkapkan jika pada tahun ini, pelaksanaan PKKMB FH UB 2024 membawa inovasi berupa akomodasi yang lebih bagi keberagaman agama dan disabilitas. Alasannya, menimbang pada pelaksanaan PKKMB pada tahun sebelumnya, peribadatan dan pembangunan karakter oleh umat beragama belum terlaksana secara maksimal.
“Kami lebih fokus pada perbedaan agama dan disabilitas, kami mengakomodasi adanya keluhan dari lingkar agama karena tahun lalu jumlah waktu PKBR (Pendidikan Karakter Berbasis Religi, red) yang diberikan pada teman lingkar agama ternyata belum memadai untuk beribadah sepenuhnya dan membangun karakter, sehingga tahun ini kami menerima permintaan lingkar agama agar mahasiswa baru mendapatkan segi pembangunan karakter secara agama,” terang Niki.
Perbedaan lainnya yang dibawakan pada PKKMB FH UB 2024 pada tahun ini ialah adanya rangkaian Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang akan dilaksanakan secara luring. Nantinya, pelaksanaan LKMM ini sendiri akan bekerja sama dengan Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Eksekutif Mahasiswa FH UB (PSDM BEM FH UB). Meski demikian, tema LKMM pada tahun ini sendiri belum dapat dipastikan karena masih perlunya berbagai persiapan.
Selain itu, pada pelaksanaan PKKMB FH UB 2024, terdapat perubahan penugasan yang diberikan kepada mahasiswa baru dibandingkan dengan PKKMB FH UB tahun lalu. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Divisi Disiplin Mahasiswa PKKMB FH UB Fateh Achmad Ummah, dimana pemberian tugas pada tahun ini dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi dan tingkat kesulitan, sehingga diharapkan tidak memberatkan mahasiswa baru.
“Penugasan tahun ini ada perbedaan. Tahun ini, kita menghilangkan tugas wawancara dan diganti dengan resume. Dari saya sendiri, saya merasa mahasiswa baru akan mengeluarkan effort yang berlebihan, padahal di pemaparan BEM itu semua bisa diakomodasi bila mereka memperhatikan, jadi saya meminta mereka membuat resume agar lebih efisien,” tegas Fateh.
Niki berharap melalui PKKMB FH UB 2024 ini dapat membentuk mahasiswa baru yang tangguh, adaptif, solutif, serta mampu menghargai berbagai perbedaan.
“Semoga teman-teman maba menjadi sosok yang tangguh, adaptif, solutif, dan mampu menghargai berbagai perbedaan. Aku juga berharap dengan adanya berbagai pembekalan, teman-teman maba ini dapat memahami seperti apa FH UB sebenarnya,” ungkap Niki.
Penulis: Raynaldy Aulia Mahendra
Editor: Marvella Nursyah Putri
Pimpinan Redaksi: Marvella Nursyah Putri















