oleh Yoseph Madeliano Tua Gabe
Tak ada yang tau apa usulnya
Begitupun asalnya
Mungkin hanya pemahat
Juga Pasangannya yang mengerti
Lain sisi,
Waktu tak lagi Hari, Melainkan Malam
Tak lagi terang, Melainkan temaram.
Sekelebat memori terusik
Melihat asmara pasangan itu.
Terang atau Temaram
Tak penting bagi mereka.
Yang hati dan tangannya
Sudah disatukan, selamanya ?
Atau mungkin sampai tubuh mereka terhempas hancur ?
Sekelebat yang menghampiri berganti.
Berganti menjadi seluruh memori yang pernah menusuk.
Bukan pertama hal ini terjadi
Melainkan berpuluh kali.
Tetapi ada yang berbeda
Rasa dan kenangan.
Tak lagi pedih dan nyeri serta amarah
Melainkan bersyukur dan hampa serta senyuman.
Mungkin muncul beberapa wajah
Wajah yang sempat mengisi kisah perjalanan.
Tak perlu ditutupi
Hampir semua yang muncul sudah pergi atau akan pergi entah kemana.
Sempat ingin hati marah kepada yang di atas
Layaknya dahulu
Tersadar, harusnya syukur dan sebatas ejekkan bersahaja yang yang dilantangkan ke atas saat ini.
Memang mengacu pada umur dan pribadi.
Umur belum panjang tetapi otak seolah ingin tak lagi berumur.
Memang bodoh, tapi bodoh yang penuh kisah dan pelajaran.
Dosa ? itu bukan urusan manusia, itu urusan hakim atas kehidupan.
Mengapa tidak belajar dari sepasang itu
Yang tak peduli keadaan dan kondisi, tetap berdansa dan menikmati caranya hidup.














